Bos Netflix ke Gedung Putih Bahas Kesepakatan Warner Bros

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 16:00 WIB
Co-CEO Netflix Ted Sarandos dijadwalkan ke Gedung Putih untuk serangkaian pertemuan bahas kesepakatan Warner Bros. (AFP/Sujit Jaiswal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Co-CEO Netflix Ted Sarandos dijadwalkan ke Gedung Putih untuk serangkaian pertemuan pada Kamis (26/2) di tengah memanasnya negosiasi akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) dan persaingan dengan Paramount Skydance.

Kunjungan tersebut menarik perhatian besar mengingat adanya tekanan politik yang membayangi kesepakatan bisnis raksasa tersebut.

Sarandos diperkirakan bakal membahas tuntutan terbaru Presiden AS Donald Trump yang mendesak Netflix untuk memecat anggota dewan komisaris mereka, Susan Rice.

Trump melalui Truth Social sebelumnya memperingatkan Netflix segera memberhentikan Rice, mantan Duta Besar AS untuk PBB, atau "menanggung konsekuensiny." Namun, Sarandos menegaskan akuisisi Warner "adalah kesepakatan bisnis, bukan kesepakatan politik."

Berdasarkan laporan Politico, seperti diberitakan Variety pada Rabu (25/2), belum dipastikan juga apakah Sarandos akan bertemu langsung dengan Trump saat berkunjung ke White House.

Saat Netflix bersiap ke Gedung Putih untuk merampungkan akuisisi studio dan bisnis streaming WBD senilai US$83 miliar, Paramount Skydance yang menaikkan tawaran mereka menjadi US$31 dolar AS per saham yang tampak lebih menguntungkan.

Dewan direksi WBD kini tengah mengkaji secara resmi tawaran Paramount tersebut lebih menguntungkan atau tidak.

Jika terbukti lebih baik, Netflix hanya memiliki waktu empat hari kerja untuk merevisi tawarannya agar tidak kehilangan kesepakatan.

Di sisi lain, isu monopoli juga menjadi ganjalan bagi Netflix. Departemen Kehakiman AS (DOJ) kini tengah memantau ketat kekuatan pasar Netflix.

Dalam wawancaranya dengan Variety, Sarandos berusaha keras menepis tuduhan bahwa perusahaannya akan menguasai pasar secara tidak wajar.

"Pekerjaan terbesar kami saat ini adalah meluruskan kampanye misinformasi. Pangsa pasar kami sangat jelas; data Nielsen menunjukkan kami hanya memegang 9 persen dari industri ini," kata Sarandos.

"Jika digabungkan dengan HBO, totalnya menjadi 10 persen. Angka itu jauh dari definisi monopoli yang biasanya mencapai 50-70 persen. Tuduhan itu sungguh tidak masuk akal," pungkas Sarandos.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK