Pesan di Balik Laleilmanino Garap Sikilku Iso Muni untuk Na Willa

CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2026 05:30 WIB
Laleilmanino membeberkan filosofi emosional di balik lagu Sikilku Iso Muni menjadi soundtrack film Na Willa. (Visinema Studios)
Jakarta, CNN Indonesia --

Trio produser musik, Laleilmanino, membeberkan filosofi emosional di balik terciptanya lagu bertajuk Sikilku Iso Muni yang didapuk menjadi soundtrack film Na Willa.

Lagu itu digarap khusus untuk mengiringi salah satu adegan paling menyentuh dalam film live-action perdana sutradara Ryan Adriandhy, yakni saat karakter bernama Dul harus kehilangan kakinya dan menggunakan kaki palsu dari kayu.

Alih-alih meratapi kesedihan, Nino mewakili Laleilmanino menjelaskan mereka ingin membawa lagu ini ke dalam perspektif yang lebih positif.

Dalam lagu tersebut, Dul digambarkan justru merayakan kaki barunya yang bisa mengeluarkan bunyi dan seolah "menyanyi" saat melangkah.

"Menurut kami lagu Sikilku Iso Muni ingin ngajarin teman-teman semuanya bahwa kehilangan itu bukan akhir tapi merupakan sebuah perjalanan baru," ujar Nino saat jumpa media di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).

Melalui karya ini, Laleilmanino berharap para pendengar dapat menangkap semangat ketangguhan dari karakter Dul.

"Kami harap nantinya ketika teman-teman mendengarkan, masing-masing kalian bisa mengambil apa pesan yang pengen disampaikan di balik lagu itu. Dul saja kehilangan kakinya tapi yang dilakukan malah merayakannya dengan bernyanyi," tambahnya.

Bagi Nino pribadi, proses mendengarkan kembali lagu ini juga menjadi momen refleksi sangat personal. Ia mengaku lagu tersebut menjadi penguat di tengah suasana duka yang mereka alami setelah kehilangan Vidi Aldiano.

"Saya baru aja kehilangan sahabat saya kemarin. Jadi saya juga sambil dengerin lagunya pun, sekaligus disadarkan kembali dan menjadi teman saya mungkin ya untuk belajar, untuk sama-sama pahami apa makna dari kata yang barusan saya ucapkan sendiri."

Film Na Willa merupakan adaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo yang mengambil latar kehidupan tahun 1960-an di sebuah gang kecil di Surabaya.

Ceritanya mengikuti sudut pandang Willa, bocah penuh imajinasi yang mulai menyadari tumbuh dewasa berarti harus siap menerima perubahan dan kehilangan, terutama saat dunia kecilnya berubah karena sahabatnya mengalami kecelakaan dan bersekolah.

Menjadi debut penyutradaraan live-action bagi Ryan Adriandhy, film ini dibintangi oleh deretan talenta muda, seperti Luisa Adreena, Azamy Syauqi, Arsenio Rafizqy, dan Freya Mikhayla, serta didukung aktor senior seperti Junior Liem dan Melissa Karim.

Na Willa tayang di bioskop mulai 18 Maret.

(gis/chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK