Identitas Banksy Terkuak, tapi Perlukah Membiarkannya Tetap Misterius?
Jika ditanya, siapakah seniman paling melegenda dan dinanti karyanya di milenium ketiga ini? Sejauh ini mungkin jawabnya masih Banksy.
Seniman jalanan yang selama ini hidup dalam kemisteriusan, dan karya-karyanya--terutama mural--yang menyuarakan keresahan sosial selalu jadi pembicaraan, diburu kolektor, dan jadi sebuah budaya pop yang diminati anak-anak muda.
Selama bertahun-tahun dunia bertanya-tanya: siapa sebenarnya Banksy? Dan, seniman jalanan paling misterius di dunia itu akhirnya--sejauh ini disebut--telah berhasil diungkap lewat investigasi mendalam kantor berita asal Inggris, Reuters.
Dalam tulisan panjang yang diunggah pada pertengahan Maret 2026 ini dengan judul In Search of Banksy (Pencarian Banksy), Reuters meyakini seniman itu adalah seorang pria asal Bristol bernama Robin Gunningham yang lahir sekitar 1974.
Sosok yang masuk kategori Generation X itu disebut menggunakan nama samaran legal "David Jones" sejak 2008 untuk menyembunyikan identitasnya. Reuterss meyakini Gunningham berdasarkan bukti kuat dari mulai catatan kepolisian saat melakukan penangkapan di Manhattan, New York pada 2000.
Pengakuan yang diteken Gunningham itu terjadi ketika tertangkap tangan tangan sedang menggambar di sebuah papan iklan.
Reuters mengatakan insiden itu juga juga pernah diceritakan oleh mantan manajer Banksy, Steve Lazarides, dalam bukunya. Dalam buku tersebut, Lazarides tak menyebut sedikit pun nama asli seniman tersebut.
Dalam investigasi itu, Banksy disebut telah 'menghapus' identitas Guningham secara hukum untuk melindungi anonimitasnya.
Menurut penelusuran dokumen publik oleh Reuters, pria yang diduga Banksy ini kini hidup dengan nama yang sangat umum di Inggris: David Jones.
Reuters juga melacak perjalanan Banksy ke Ukraina pada akhir 2022 lalu. Diketahui sebuah mural hasil karya Banksy muncul
Investigasi ini juga melacak perjalanan Banksy ke Ukraina pada akhir 2022 untuk membuat mural di reruntuhan bangunan akibat perang. Media yang memiliki rekam jejak pemberitaan sudah berpuluh tahun itu mewartakan data imigrasi menunjukkan bahwa seorang pria bernama David Jones menyeberang ke Ukraina pada waktu yang bersamaan dengan munculnya karya-karya Banksy di sana.
Membiarkan anonimitas Banksy tetap terjaga
Tapi, Banksy bukan sekadar nama. Ia adalah perlawanan yang memilih tidak dikenal. Di balik anonimitasnya, Banksy justru semakin lantang.
Ia bukan hanya seorang seniman jalanan, melainkan seorang narator yang mengingatkan ketidakseimbangan sosial, dan membela mereka yang sering dilupakan.
Mark Stephens, salah satu pengacara lama Banksy, mengutip surat ke Reuters, menyampaikan keberatan atas laporan investigasi itu. Stephens memang tak secara eksplisit membantah nama-nama yang dipublikasi Reuters dalam karya investigasi itu, namun dia mendesak agar hasilnya tak disiarkan secara lebih detail.
Ia memperingatkan pengungkapan identitas malah bisa membahayakan keselamatan sang seniman dan merusak nilai seni dari karya-karyanya.
Selama bertahun-tahun, tulis Stephens, Banksy telah menjadi 'menjadi sasaran perilaku obsesif, ancaman, dan ekstremis'.
Menolak menjelaskan ancaman-ancaman tersebut, Stephens menegaskan upaya membuka identitas Banksy malah akan merugikan publik.
"Bekerja secara anonim atau menggunakan nama samaran melayani kepentingan masyarakat yang vital," tulisnya.
"Hal itu melindungi kebebasan berekspresi dengan memungkinkan para kreator untuk menyampaikan kebenaran kepada penguasa tanpa takut akan pembalasan, sensor, atau penganiayaan-- terutama ketika membahas isu-isu sensitif seperti politik, agama, atau keadilan sosial," imbuh Stephens dikutip dari Reuters.
Mengutip dari CNN, Banksy bukanlah satu-satunya yang lebih memilih untuk tetap anonim dalam menelurkan setiap karyanya. Di antara para seniman yang menyembunyikan identitas mereka adalah Jerkface, seorang seniman jalanan New York yang dikenal karena interpretasi uniknya terhadap karakter animasi yang sangat disukai.
Lewat surel kepada CNN--dengan tidak mengungkap identitas aslinya--Jerkface mengatakan bahwa anonimitas telah lama dihargai dalam seni.
"Jika melihat semua bidang kreatif, seni visual adalah salah satu dari sedikit bidang di mana ekspresi dapat dilakukan tanpa perlu mengungkapkan identitas seseorang," katanya.
"Aktor dan musisi mengubah nama asli mereka, tetapi seringkali tidak dapat dengan mudah menyembunyikan wajah mereka. Penulis telah menyembunyikan identitas mereka selama berabad-abad," imbuhnya.
Dia menegaskan, "Orang-orang yang menghargai para seniman ini, mereka tidak ingin tahu siapa yang ada di balik topeng itu. Itu merusak misteri."
Jerkface menambahkan, "Ada kekecewaan nyata ketika identitas Banksy terungkap. Itu seperti memberi tahu seseorang bahwa gulat itu tidak nyata. Mereka sudah tahu. Mereka tidak mencari bukti rinci."
Seorang konsultan seni yang berbasis di Lisbon, Portugal, Nico Epstein mengatakan kepada CNN bahwa memang bahwa sudah lama ada 'bisikan' di industri itu soal Gunningham. Namun, kini dia kecewa karena hal itu telah dikonfirmasi.
Epstein menegaskan jika bisa memutar waktu, dia ingin Banksy tetap anomim bersama misteri yang hidup di balik identitasnya.
"Banksy adalah pahlawan super bagi banyak orang. Orang-orang ingin mempercayai dongeng itu dan sekarang telah berakhir," tegasnya.
Sejarah ringkas Banksy
Banksy adalah pembuat grafiti atau mural, pelukis, pembuat film, dan juga aktivis yang pernah menjadi salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh versi Time pada 2010. Kebanyakan penggemar karyanya tak begitu peduli dengan kemisteriusan identitas dan juga wajahnya.
Kendati demikian, Banksy dihormati karena 'pemboman' atau pembuatan grafiti ilegal di dinding-dinding Bristol, Inggris, sejak 1990-an hingga karyanya di rumah-rumah pelelangan di Amerika dan Inggris.
Karyanya tak hanya di dinding tetapi juga dituangkan di atas kanvas, berbentuk patung konseptual, bahkan film berjudul "Exit Through the Gift Shop" yang menjadi nominasi untuk Academy Awards.
Karya-karya Banksy dilindungi Pest Patrol, sebuah organisasi khusus yang dibentuknya. Meski berlindung di balik identitas tersembunyi, dia mendukung hubungan langsung antara seorang seniman dan penikmat karya-karyanya.
Karya Banksy bisa ditelusuri di distrik Barton Hill, Bristol, pada dekade 1980an. Kota itu mulanya sangat 'putih', hingga Banksy memulai "penyerangan" pertamanya dengan menggunakan cat untuk membuat grafiti.
Pada awalnya dia mencatut nama-nama seniman lain saat itu untuk ditulis di bawah grafitinya. Akhirnya nama itu segera berevolusi menjadi Banksy yang dinilainya terdengar lebih baik dari nama "perampok" bank, lebih mudah diingat dan lebih mudah untuk ditulis di dinding.
Pendekatan seninya menggunakan stensil atau cetakan ini berawal saat usianya 18 tahun. Dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu, ide menggunakan metode stensil muncul ketika dia sedang bersembunyi dari kejaran polisi yang memergokinya membuat grafiti.
"Ketika saya berbaring di sana mendengarkan polisi di atas rel, saya menyadari saya harus mempercepat pembuatan lukisan atau menyerah saja membuat grafiti," katanya kepada sesama seniman grafiti dan penulis Felix Braun.
Lihat Juga : |