Sidang ADOR vs Danielle Dimulai, Kedua Pihak Saling Tuding
Sidang gugatan ganti rugi ADOR terhadap mantan anggota NewJeans, Danielle, dimulai pada Kamis (26/3) di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Korea Selatan.
Sidang ini merupakan tindak lanjut dari gugatan ADOR sebesar 43,1 miliar won terhadap Danielle, ibunya, dan mantan CEO Ador, Min Hee-jin, pada akhir 2025.
Pada sidang perdana ini, perwakilan hukum label dan sang idola berselisih dan saling tuding, salah satunya soal jalannya proses persidangan. Kuasa hukum Danielle menuding ADOR memperlambat kasus ini.
"Danielle adalah seorang idola, dan ini adalah periode paling cemerlang dalam kariernya," kata kuasa hukum Danielle. "Jika gugatan ini berlarut-larut, dia (Danielle) pasti akan menderita kerugian. ADOR, sebagai agensi hiburan, sangat menyadari hal ini."
Hal itu kemudian dibantah oleh ADOR. Mereka mengatakan gugatan ini hanya menyangkut ganti rugi dan penalti dan tidak berpengaruh pada kemampuan Danielle untuk melanjutkan kariernya.
Namun perwakilan Danielle menampilkan setiap upaya Danielle untuk melanjutkan aktivitas mendapat penolakan dari ADOR, seperti diberitakan The Korea Times pada Kamis (26/3).
Dalam sidang kali ini, keduanya membahas sejumlah kemungkinan penyelesaian. Tim hukum ADOR menyebut penyelesaian bukan hal yang mustahil, mencatat bahwa mediasi dan saling pengertian adalah bagian alami dari proses litigasi.
Di sisi lain, perwakilan Danielle tetap skeptis, mengatakan ADOR telah memperlakukannya berbeda dari anggota lain dan pembicaraan tentang penyelesaian merupakan kejutan mengingat besarnya hukuman yang diminta.
Konflik ini memuncak pada 25 Desember 2025 ketika ADOR mengumumkan pemutusan kontrak eksklusif dengan penyanyi bernama asli Danielle Marsh tersebut. Agensi menuduh pihak keluarga Danielle memprovokasi hingga picu sengketa hukum.
Buntut perselisihan ini, ADOR menuntut ganti rugi 43,1 miliar won atau setara Rp499,3 miliar (kurs 1 won = Rp11,59) kepada pihak Danielle dan keluarganya, termasuk mantan CEO ADOR Min Hee-jin.
Danielle memulai debutnya di industri hiburan pada 2022 sebagai member NewJeans di bawah naungan ADOR. Grup ini sempat menjadi fenomena global sebelum akhirnya didera konflik internal manajemen yang melibatkan mantan CEO Min Hee-jin dan kini berdampak pada keluarnya Danielle dari grup.
Sementara itu, Danielle menegaskan akan berjuang sampai akhir untuk tetap bersama empat member NewJeans lainnya, yakni Minji, Hanni, Haerin, and Hyein.
"Saya dapat mengatakan ini dengan yakin, saya berjuang sampai akhir untuk bisa bersama para member. Dan kebenaran itu tetap ada dalam diri saya," kata Danielle Marsh seperti diberitakan Korea JoongAng Daily pada Januari 2026.
"Banyak hal dalam situasi ini sedang dibahas. Ketika waktunya tiba, saya akan memberi tahu kalian semua tentang apa yang terjadi, tentang gugatan, dan hal-hal yang membuat kalian penasaran," ungkapnya.
(end)