Curhat Mawar de Jongh dan Deva Mahenra Jadi Koki di Luka Makan Cinta
Bintang serial Luka, Makan, Cinta menunjukkan totalitas tanpa batas dalam mendalami peran sebagai koki profesional.
Selama tiga bulan masa pra-produksi, Sha Ine Febriyanti, Mawar de Jongh, dan Deva Mahenra terjun langsung mempelajari hierarki dapur hingga teknik memasak tingkat tinggi demi menciptakan atmosfer kerja yang autentik.
Sha Ine Febriyanti, yang memerankan sosok Head Chef, mengungkapkan bahwa pendalaman karakter ini menuntut ketahanan fisik dan mental yang besar.
Baginya, persiapan ini bukan sekadar berakting di depan kamera, melainkan memahami teknis plating hingga penggunaan alat masak di bawah bimbingan ketat konsultan koki profesional.
"Persiapannya tiga bulan. Dan yang paling intens itu ya di dapur, mungkin sekitar hampir 50 persen di kitchen gitu. Pegang pisau, gimana motong bawang, terus gimana juga plating, dan lain-lain gitu," ujar Ine Febriyanti saat jumpa media di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
"Kami harus belajar hierarkinya juga gitu, jadi dari hulu ke hilir kami belajar soal kitchen," tambahnya.
Senada dengan Ine, Deva Mahenra mengakui tekanan besar selama proses pengambilan gambar.
Meskipun telah menjalani latihan intensif, kehadiran koki profesional di lokasi syuting untuk mengawasi setiap gerak-gerik mereka menjadi tantangan tersendiri sekaligus motivasi untuk tampil sempurna tanpa cela.
"Oh justru sebenarnya kami pas selama syuting itu jarang-jarang makan karena cuma icip-icip doang kan gitu. Dan lagi udah stres selama syuting karena kami harus fokus terhadap teknik itu tadi," kata Deva Mahenra.
"Ketika syuting kan harus adjust dengan set syuting yang sebenernya gitu. Jadi memang lumayan pressure lah dan lagi diawasi sama chef-chef profesional. Itu di satu sisi ngebantu banget, di sisi lain juga ngasih kita beban juga sih."
Di sisi lain, Mawar de Jongh membagikan cerita mengenai kedisiplinan luar biasa para pemain dalam mengasah kemampuan teknis mereka.
Demi memastikan gerakan tangan saat memotong bahan makanan terlihat luwes layaknya koki ahli, para pemain diwajibkan mengirimkan bukti latihan mandiri secara rutin kepada tim produksi.
"Karena kami dipandu juga didampingi sama chef profesional jadi memang setelah latihan bareng-bareng kami pulang latihan lagi terus ngirim video ke timnya supaya dilihat perkembangannya," ungkap Mawar de Jongh.
Disutradarai Teddy Soeriaatmadja, serial ini mengisahkan Luka (Mawar de Jongh), seorang koki ambisius yang bekerja di restoran keluarganya. Konflik mulai memuncak saat sang ibu, Sari (Sha Ine Febriyanti), mempekerjakan kepala koki baru bernama Dennis (Deva Mahenra).
Ketegangan pun meningkat seiring persaingan keduanya di tengah tekanan besar untuk menyelamatkan bisnis restoran tersebut.
Selain mengangkat dinamika love-hate relationship antara ibu dan anak serta persaingan dapur yang kompetitif, Luka, Makan, Cinta juga menyuguhkan keindahan hidangan khas Indonesia sehari-hari yang dikemas secara artistik dengan latar eksotis Pulau Bali.
Luka, Makan, Cinta tayang 15 April di Netflix.