Film Musikal Batak Pulang Kampung Siap Syuting 21 Hari di Samosir
Bene Dion Rajagukguk akan kembali dengan film baru setelah Agak Laen 2. Ia kini siap kembali ke layar lebar melalui proyek film musikal keluarga Batak bertajuk Pulang Kampung.
Film yang diproduksi Imajinari ini dijadwalkan memulai proses pengambilan gambar pada 23 April mendatang dengan fokus lokasi di Pulau Samosir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dipa Andika, selaku produser, menjelaskan mayoritas adegan dalam film ini akan menonjolkan keindahan alam Sumatera Utara. Dari 26 hari masa produksi, tim hanya menghabiskan lima hari di Jakarta, sementara 21 hari sisanya dilakukan di Pulau Samosir.
"Kami akan syuting kurang lebih 90 persen akan ada di daerah Samosir dan sekitarnya," ujar Dipa Andika saat konferensi pers di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (17/4).
Film ini juga menandai keterlibatan penyanyi legendaris Judika yang akan beradu akting dengan dua talenta muda jebolan Indonesian Idol Season 13, Vanessa Simorangkir dan Axelo Nababan.
Judika pun menyambut antusias proyek yang berlatar di kampung halamannya tersebut.
"Iya, aku dapat info dari Bene, walaupun aku belum tahu di mana syutingnya tapi yang pasti di kampung aku. Jadi kalau musikal Batak enggak ada Judika kayaknya kurang Batak dia, jadi harus diajak ya ketua," ungkap Judika sembari berseloroh.
Di sisi lain, Ernest Prakasa yang juga bertindak sebagai produser membagikan tantangan teknis dalam mencari lokasi syuting yang selaras dengan visi sutradara. Menurutnya, perjalanan antarlokasi di daerah tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang dan menantang.
"Kami sudah melakukan beberapa kali kunjungan untuk cari lokasi, untuk datang untuk bikin shot block-nya kayak apa," tutur Ernest.
"Sebenarnya, travelling-nya sih lumayan ya tiga sampai enam jam, tapi yang masalah bukan jaraknya, yang masalah adalah cara mengemudi (para driver Batak)," ucapnya.
Film berlatar keluarga Batak ini turut menambah deret film dengan tema serupa yang ditulis dan digarap Bene Dion, selaku penulis dan sutradara. Pulang Kampung juga bukan menjadi film bertema Batak pertama yang diproduksi Imajinari.
Ernest juga menegaskan bahwa pemilihan tema Batak dalam film ini didasari oleh kekuatan alur cerita dan visi Bene Dion, bukan sekadar memanfaatkan antusiasme masyarakat Batak terhadap karya seni sukunya.
Ia menilai kesuksesan sebuah film komersial tetap bergantung pada kualitas naskah, bukan hanya latar belakang budayanya.
"Betul orang Batak punya kecintaan yang tinggi terhadap karya-karya seni dari sukunya, tapi juga tidak semudah itu. Kalau teman-teman mau cek, film Batak sepanjang 2025, cek aja angka penontonnya berapa persen yang beneran berhasil secara komersial, jadi memang tidak sesederhana itu tentunya," jelas Ernest.
"Jadi, tentu tidak mungkin kami membuat film karena oh ini film tentang Batak, orang Batak pasti senang nonton, enggak sesimpel itu. Jadi karena kita believe sama visinya Bene, makanya kami mau repot-repot membuat ini," lanjutnya.
Pulang Kampung akan mengikuti perjalanan Daniel (Axelo Nababan), seorang pemuda Batak kelahiran Jakarta yang terpaksa pulang ke kampung halaman ayahnya untuk mencalonkan diri sebagai caleg.
Di sana, ia bertemu dengan Uli (Vanessa Simorangkir), gadis lokal yang perlahan membukakan matanya terhadap kekayaan budaya tanah Batak.
Pulang Kampung direncanakan tayang tahun ini di bioskop.
(van/chri) Add
as a preferred source on Google
