Mino WINNER Dituntut 18 Bulan Penjara atas Kelalaian Wamil
Jaksa menuntut hukuman 18 bulan penjara bagi Song Min-ho atau Mino WINNER atas tuduhan kelalaian menjalankan tugas wajib militer. Tuntutan disampaikan JPU dalam sidang perdana di Pengadilan Distrik Seoul Barat, Selasa (21/4).
Jaksa menyatakan bahwa Song Min-ho telah gagal memenuhi kewajibannya sebagai agen layanan sosial di fasilitas di Seoul bagian barat selama periode Maret 2023 hingga Desember 2024.
Korea JoongAng Daily memberitakan bahwa pihak kejaksaan menyoroti bahwa sang penyanyi tercatat absen kerja selama lebih dari 100 hari, meski tidak dilakukan secara berturut-turut.
Jaksa berargumen bahwa ketidakhadiran dalam jangka waktu yang lama tersebut menunjukkan kegagalan Song Min-ho dalam melaksanakan tugas pengabdiannya secara efektif.
Dalam kasus ini, seperti diberitakan Korea Herald, Song Min-ho tidak dijerat sendiri. Supervisor yang bertanggung jawab atas pengawasan kehadirannya juga turut didakwa karena diduga berkonspirasi dalam kelalaian tugas.
Ia turut diadili, tapi membantah tuduhan yang ditujukan kepadanya.
Sedangkan Song Min-ho hadir dalam persidangan dan mengakui semua dakwaan yang ditujukan kepadanya. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan permohonan maaf serta harapan bisa mengulangi masa layanannya dengan lebih baik.
"Sebagai seseorang yang dicintai oleh banyak orang, saya merasa menyesal karena telah menunjukkan sisi diri yang memalukan alih-alih menjadi contoh yang baik," ujar Song Min-ho.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi kesehatan mental yang ia alami, yakni gangguan bipolar dan gangguan panik, tidak seharusnya dijadikan alasan atas kelalaiannya.
"Jika diberikan kesempatan untuk mengabdi kembali, saya berharap dapat melaksanakannya dengan setia hingga akhir," tambahnya.
Pengadilan menyatakan proses persidangan akan dilanjutkan dengan peninjauan bukti lebih lanjut. Sidang berikutnya dijadwalkan berlangsung 21 Mei, sementara tanggal pembacaan putusan bagi Song Min-ho akan ditetapkan kemudian.
Layanan sosial di Korea Selatan sendiri merupakan bentuk alternatif dari wajib militer yang ditugaskan kepada pria yang dinilai tidak memenuhi syarat untuk tugas aktif karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya.
(chri)