Perusahaan MrBeast Digugat Dugaan Pelecehan Seksual oleh Eks Staf
Perusahaan milik MrBeast digugat oleh mantan karyawannya dengan tudingan pelecehan seksual dan diskriminasi kehamilan setelah dipecat saat kembali dari cuti melahirkan.
Penggugat merupakan mantan pejabat perusahaan itu, Lorrayne Mavromatis. Ia menggambarkan Beast Industries sebagai "klub laki-laki" dengan menuding sejumlah karyawan perempuan dilecehkan seksual oleh atasannya.
Mavromatis menuduh para pemimpin perusahaan berulang kali memberikan komentar tentang penampilan pegawai perempuan. Selain itu, salah satu pimpinan diduga mengabaikan kekhawatiran penggugat tentang sentuhan yang tidak senonoh oleh seorang produser.
Seperti diberitakan The Hollywood Reporter, Mavromatis mengajukan gugatan tersebut pada Rabu (22/4) di pengadilan federal Carolina Utara. Namun dalam gugatan, ia tidak mencantumkan nama asli MrBeast, Jimmy Donaldson, atau mengajukan klaim pelecehan seksual.
Dalam gugatan, Mavromatis yang masuk ke perusahaan tersebut pada Juli 2022 menuding adanya pelanggaran Undang-Undang Cuti Keluarga dan Medis, pemecatan yang tidak sah, dan penderitaan emosional yang disengaja.
Mavromatis semula direkrut sebagai kepala Instagram dan kemudian dipromosikan menjadi kepala kreatif, peran di mana ia dibayar US$250 ribu untuk mengelola divisi vertikal MrBeast.
Mavromatis mengatakan bahwa ia telah beberapa kali mengalami penurunan jabatan dan mutasi posisi yang ia anggap sebagai bentuk pembalasan perusahaan atas keluhan yang ia buat.
Salah satu keluhan tersebut adalah Mavromatis menuduh CEO James Warren melecehkan dirinya dalam pertemuan empat mata mereka yang terjadi di kediaman Warren. Pertemuan itu digelar karena Warren meminta Mavromatis datang ke kediamannya.
Selain itu, ketika Mavromatis bertanya alasan Donaldson alias MrBeast tidak mau bekerja sama dalam proyek-proyek tertentu, Warren disebut mengatakan bahwa Mavromatis adalah "wanita cantik" dan "penampilannya memiliki efek seksual tertentu pada Jimmy."
Selain urusan pelecehan, Mavromatis juga menyinggung buku panduan perusahaan yang dibagikan kepada para karyawan yang menyatakan "tidak bukan berarti tidak" dan "jumlah jam kerja Anda tidak relevan."
Mavromatis menuduh perusahaan tidak memiliki proses untuk melaporkan insiden pelecehan seksual dan diskriminasi pada 2023, saat ia mengajukan keluhan terhadap Warren dan Donaldson.
Setelah penyelidikan internal atas keluhan, menurut gugatan tersebut, Mavromatis diturunkan jabatannya menjadi manajer media sosial bagian merchandise. Kejadian itu terjadi tahun lalu.
Dan ketika Mavromatis mengambil cuti hamil tak lama setelah penurunan jabatan, ia diminta oleh atasannya untuk mengerjakan beberapa proyek, salah satunya melibatkan perjalanan dinas ke Brazil.
Mavromatis juga mengatakan mengatakan ia dipecat tiga minggu setelah kembali dari cuti.
Pihak perusahaan MrBeast membantah segala tuduhan tersebut dan menilai klaim Lorrayne Mavromatis "direkayasa semata-mata untuk memicu pemberitaan" dan untuk "mendapatkan keuntungan jutaan dolar."
(end)