JOGJA FINANCIAL FESTIVAL 2026

Yovie Widianto Bagi Siasat Kreatif di Tengah Gempuran AI

CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 19:36 WIB
Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto dalam sesinya di Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5), menjabarkan siasat berkreatif di tengah gempuran teknologi seperti kecerdasan buatan alias AI. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto dalam sesinya di Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5), menjabarkan siasat berkreatif di tengah gempuran teknologi seperti kecerdasan buatan alias AI.

Menurut musisi dan pentolan Kahitna tersebut, keberadaan perkembangan teknologi seperti AI tidak akan terelakkan. Ia menilai AI mestilah ditempatkan sebagai alat bantu dengan kemampuan manusia berkreasi tetap jadi intinya.

Lihat Juga :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadikanlah AI itu sebagai alat atau mitra kita dalam berkarya. Tapi jangan jadi alat utama atau jadi andalan kita bersandar pada AI," kata Yovie setelah menunjukkan kebolehannya menciptakan melodi dalam 60 detik.

"Buat lagi dari AI bisa sangat cepat, tapi AI tidak memiliki hati," kata Yovie Widianto.

Sebagai musisi kawakan, Yovie menyadari bahwa dirinya juga harus mempelajari teknologi terbaru tersebut. Hal ini karena bila tidak ia lakukan, "pasti tertutup dan hilang oleh zaman."

Yovie mencontohkan Korea Selatan sebagai salah satu negara yang menurutnya berhasil menerapkan strategi soft power melalui karya-karya seni dari negara itu, mengubah musik, film, serial televisi, mode, hingga makanan negara itu menjadi mesin ekonomi negara.

Ia menyebut Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk melakukan hal serupa. Ia mencatat, Indonesia memiliki lebih dari 550 simpul budaya dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, perbedaan budaya bisa ditemukan hanya dalam satu wilayah yang berdekatan.

"Jogja Selatan sama Jogja Utara, beda. Sleman sama Bantul juga punya gaya berbeda," kata Yovie. "Jika dikelola dengan baik, karya kreatif bisa menjadi identitas nasional, instrumen diplomasi, mesin ekonomi, sampai pengaruh global."

"Melalui branding, storytelling, dan distribusi digital, nilai budaya dapat melintas batas ruang, waktu, dan pasar," kata Yovie.

Jogja Financial Festival hadir sebagai platform yang mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor keuangan, mulai dari pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, hingga masyarakat luas.

Acara tersebut bukan hanya akan diisi oleh bincang-bincang soal keuangan, business talks, educational class, career corner, fun run 5K dan 10K, dan pameran, tetapi juga sederet penampil hiburan.

Melalui forum ini, para peserta dapat berdiskusi dan berbagi perspektif mengenai perkembangan ekonomi, investasi, hingga strategi bisnis di era digital. Sebelumnya, Financial Festival yang digagas oleh Transmedia bekerjasama dengan LPS telah sukses digelar di Surabaya dan Medan dan dihadiri oleh lebih dari 10 ribu orang.

Jogja Financial Festival 2026 akan menghadirkan sederet pembicara yang kompeten di bidang keuangan, mulai dari Chairul Tanjung selaku Chairman CT Corp, Anggito Abimanyu selaku Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kemudian ada Erick Thohir selaku Menteri Pemuda dan Olahraga, Dony Oskaria selaku COO Danantara, Friderica Widyasari Dewi selaku Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur DIY.

Pada Day 1 dan Day 2, open gate dan registrasi akan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Sementara untuk Day 3, open gate dan registrasi akan dimulai pukul 05.00 WIB. Jadwal lengkap beserta pengisi dan penampil dalam Jogja Financial Festival 2026 bisa di klik di sini.

Jogja Financial Festival 2026 digelar secara gratis baik untuk sesi seminar hingga kelas-kelas yang digelar di dalamnya. Namun mengingat kapasitas lokasi, pengunjung bisa langsung mendaftarkan diri di detikevent, atau klik di sini.

Sementara untuk fun run Jogja Run D-City 5K dan 10K, biaya pendaftaran mulai dari Rp125 ribu hingga Rp500 ribu. Informasi lebih detail bisa dicek di detikevent, atau klik di sini.

(end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]