Apa Arti Ending Film Backrooms (2026)? Berikut Penjelasannya

CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 00:01 WIB
Backrooms (2026) berdasarkan serial web Parsons dan terinspirasi oleh creepypasta "Backrooms".
Film Backrooms (2026) karya Kane Parsons menjadi sensasi baru di kalangan penggemar film horor. (dok. A24/21 Laps Entertainment/Atomic Monster via IMDb)

Interpretasi ending Backrooms (2026)

Ada banyak interpretasi atas open ending dari Backrooms (2026). Misalnya Esquire menilai bahwa Mary sudah menghabiskan cukup waktu di The Backrooms sehingga tempat itu menyerap dan menciptakan versi dirinya yang akan tetap ada di sana selamanya.

Esquire menilai Backrooms (2026) pada dasarnya adalah film yang mengeksplorasi bagaimana kenangan, perasaan, dan trauma dapat menjadi penjara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Clark, yang sakit hati karena bercerai dan dihantui oleh kegagalannya jadi seorang arsitek, terperangkap secara emosional oleh pengalamannya itu. Begitu pula dengan Mary yang memiliki masa kecil penuh trauma.

Sementara Pajiba menilai bahwa bangunan The Backrooms merupakan manifestasi dari pikiran seluruh alam semesta, atau alam bawah sadar alam semesta, yang tumbuh tanpa henti di bawah toko furnitur.

Ruangan alam bahwa sadar semesta itu menyusun ingatan menjadi ruang-ruang liminal dan menyerap setiap beban psikologis dari orang-orang yang melewatinya, termasuk Clark dan Mary. Maka dari itulah The Backrooms sudah memiliki Mary versi Still Life yang ditampilkan di akhir film.

Bagi Pajiba, Backrooms (2026) adalah film soal teror batin yang dieksternalisasi, direplikasi, dan diubah jadi monster yang hidup di antara lorong-lorong The Backrooms. The Backrooms tidak menciptakan monster, melainkan manusia yang melewatinya kemudian diingat dengan tidak sempurna.

Meski begitu, IGN mengakui tidak akan pernah ada jawaban pasti terkait apa sebenarnya The Backrooms dan apa yang sebenarnya terjadi dengan Mary. Apalagi mengingat Mary dan Clark memasuki The Backrooms dari "dunia nyata" dan kemudian berakhir di dunia "antah-berantah".

IGN menyebut terlepas dari apa yang terjadi pada Mary di dunia nyata, ia sudah dikenang oleh ruangan The Backrooms. Penonton dibiarkan dengan gambaran mengerikan tentang Still Life, yang dalam bentuk tak keruan dan sendirian, seperti kondisi psikis Mary dan Clark yang sebenarnya.

[Gambas:Youtube]


Respons Kane Parsons

Esquire mengatakan Kane Parsons selaku sutradara film ini dan kreator serial web Backrooms (2022), menolak untuk menjelaskan interpretasinya sendiri soal akhir film panjang yang baru dirilis ini.

"Mungkin ini cara saya menentang tradisi para sutradara yang menjelaskan karya mereka," kata Parsons. "Saya selalu merasa kecewa ketika mendengar seseorang yang saya kagumi menceritakan tentang karya mereka."

"Saya pribadi tidak terlalu menyukai hal itu, terutama tentang hal-hal yang dimaksudkan sebagai narasi atau tidak ambigu. Saya bisa memberi tahu Anda persis apa artinya bagi saya dan apa yang dimaksudkan, tetapi saya tidak ingin informasi itu tersebar sebagai fakta."

"Saya ingin memberi kesempatan kepada orang-orang untuk menikmati [film] ini tanpa terpengaruh oleh apa pun. Saya telah menerima beberapa interpretasi dari film ini, dan saya belum memutuskan apakah sebaiknya saya menjelaskan secara verbal apa interpretasi tersebut. Ini adalah kasus klasik, 'Menurutmu apa artinya?'"

Namun Parsons bersedia mengkonfirmasi satu hal. "Itu bukan mimpi," katanya.

(end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2