Penjelasan Ending Film Obsession

CNN Indonesia
Minggu, 28 Jun 2026 23:20 WIB
Michael Johnston dan Inde Navarrette sebagai Bear dan Niki dalam film Obsession (2025). (Blumhouse Productions)
Berikut penjelasan ending film Obsession. Artikel ini mengandung spoiler. (Blumhouse Productions)

Meskipun tidak memegang kendali atas kesadarannya, secara fisik tubuh Nikki lah yang bertanggung jawab atas pembunuhan keji terhadap Sarah dan Ian. Rekam jejak DNA miliknya tertinggal di seluruh tempat kejadian perkara.

Realitas pahit menanti Nikki karena ia akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi penjara atau di dalam fasilitas rumah sakit jiwa.

Sebab, di dunia nyata, tidak akan ada satu pun aparat hukum atau juri pengadilan yang percaya pada pembelaan terkait permohonan mistis yang memaksanya melakukan semua itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehancuran hidup Nikki ini lah yang membuat kematian Bear terasa sebagai sebuah ganjaran yang setimpal. Sepanjang film, setiap tindakan Bear digerakkan oleh keegoisan yang absolut, termasuk keputusan overdosis di akhir cerita.

Ia tidak menenggak obat-obatan itu untuk menyelamatkan Nikki atau mengembalikan kehidupan wanita tersebut, tapi melakukannya murni karena ego pribadinya tidak sanggup lagi mengatasi dampak dari perilaku obsesif Nikki.

Penonton sebenarnya telah diperlihatkan beberapa momen ketika kesadaran asli Nikki mencoba melawan dari dalam tubuhnya.

Dalam satu adegan, Nikki bahkan sempat memohon kepada Bear untuk membunuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Namun dengan egois, Bear justru bertanya apa salahnya hidup bersama dirinya, yang langsung dijawab Nikki dengan kalimat pilu, "Aku tidak sedang bersamamu." Hal ini menegaskan bahwa tubuh Nikki telah dirasuki entitas lain akibat permohonan tersebut.

Peringatan serupa juga datang dari agen saluran bantuan yang menawarkan kesempatan kepada Bear untuk berbicara langsung dengan Nikki yang asli, yang kemudian disusul jeritan kesakitan yang memilukan dari seberang telepon.

Sayangnya, Bear baru benar-benar bergerak mencari bantuan setelah kematian Sarah mengancam keselamatan nyawanya sendiri.

Bahkan ketika Bear akhirnya mengakui bahwa permohonannya telah berjalan terlalu jauh, motivasinya tetap berpusat pada kenyamanan dirinya sendiri.

Terjebak dengan pasangan yang sangat cemburu dan tidak segan-segan membunuh membuat Bear ingin keluar dari situasi tersebut. Ia tidak ingin membatalkan permohonannya; ia hanya ingin mengubahnya agar Nikki menjadi lebih tenang.

Hal ini terbukti saat ia bertanya kepada agen saluran bantuan apakah permohonan tersebut bisa dimodifikasi, bukan dibatalkan. Karakter Bear yang egois dan pengecut sejak awal film pada akhirnya mengunci takdir tragisnya sendiri.

Obsession tayang 26 Juni di bioskop Indonesia.

(chri) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2