Sederet Studio Hollywood yang Kini Pakai AI dalam Kerja Perfilman

CNN Indonesia
Minggu, 28 Jun 2026 20:15 WIB
FILE PHOTO: Artificial Intelligence words are seen in this illustration taken March 31, 2023. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Sejumlah studio Hollywood membawa kecerdasan buatan ke dalam bisnis dan kerja perfilman. (REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seiring berkembangnya penggunaan AI dalam berbagai aktivitas, sejumlah studio Hollywood turut serta membawa kecerdasan buatan tersebut ke dalam bisnis dan kerja perfilman.

Sejumlah studio-studio Hollywood kini telah menerapkan penggunaan AI dalam kerja perfilman di tengah gelombang kekhawatiran seputar teknologi tersebut di Hollywood, bahkan global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada umumnya, studio-studio tersebut mengaku menggunakan teknologi AI secara bertanggung jawab dengan menempatkan AI sebagai alat bantu dalam proses kreatif, bukan sebagai pengganti peran manusia.

Selain itu, penggunaan AI juga diklaim tetap memperhatikan aspek perlindungan hak kekayaan intelektual, dengan memanfaatkan data dan aset yang berlisensi serta menghindari pelanggaran terhadap karya atau identitas kreator.

Berikut daftar studio pro penggunaan AI dalam kerja perfilman.

1. A24

A24 dan Google dilaporkan menjalin kemitraan riset AI yang membuat studio tersebut bekerja sama dengan unit DeepMind milik Google dalam mengembangkan teknologi baru berbasis AI untuk para sineas.

Ketua divisi teknologi studio, A24 Labs, Scott Belsky, mengungkapkan pihaknya sedang mengembangkan aplikasi untuk storyboard lewat AI. Hal itu disebut menjadi penataan ulang proses produksi yang juga didukung oleh sejumlah pembuat film, termasuk Martin Scorsese.

Menurut Belsky, penggunaan AI dengan cara yang tepat tetap dapat mempertahankan kendali kreatif dalam pembuatan film. Ia juga menilai penggunaan AI mendukung pengambilan risiko.

"Kami pikir ada penggunaan yang lebih baik yang mempertahankan kendali kreatif dan mendukung pengambilan risiko," kata Belsky seperti diberitakan Wall Street Journal pada Senin (22/6).

"Alat-alat baru tersebut tidak akan terlihat seperti jenis AI yang dihasilkan berdasarkan arahan yang membuat orang merasa tidak nyaman."


2. Disney

Pada 16 Juni 2026, Adobe mengumumkan kolaborasi dengan Walt Disney Imagineering Research & Development untuk mempercepat proses desain dan visualisasi pra-produksi bagi Disney Parks and Experiences melalui inovasi AI terbaru.

"Kerja sama kami dengan Adobe memungkinkan kami menghadirkan cerita dan karakter Disney ke taman hiburan kami dengan lebih cepat, sekaligus mempertahankan kualitas emosional yang diharapkan para tamu kami," kata Kyle Laughlin, Senior Vice President R&D, Technology and Engineering di Walt Disney Imagineering.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui Adobe Firefly Foundry, model AI ini dibangun berdasarkan katalog desain milik Imagineering sendiri. Dalam praktiknya, model AI ini disebut dikembangkan secara bertanggung jawab menggunakan aset berlisensi dan aset proprietary dari sejumlah waralaba milik Disney.

Selain itu, model-model tersebut disetel secara mendalam agar memahami bahasa visual yang sangat spesifik dari masing-masing waralaba.

Kemitraan tersebut muncul setelah sebelumnya Disney menekan kontrak kerja sama dengan OpenAI untuk melisensikan serangkaian karakternya. Namun, kemitraan tersebut berakhir pada Maret 2026, hanya beberapa bulan sejak kemitraan dimulai pada akhir 2025.

Lanjut ke sebelah..

Add as a preferred
source on Google
Daftar Studio Pro Penggunaan AI dalam Kerja Perfilman BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2