Sederet Studio Hollywood yang Kini Pakai AI dalam Kerja Perfilman
3. Lionsgate
Lionsgate dan Runway telah menjalin kemitraan sejak 2024. Pada awalnya, kerja sama itu bertujuan menggunakan AI untuk membantu proses kreatif internal dengan data IP milik Lionsgate.
Model AI tersebut dirancang untuk membantu para pembuat film, sutradara, dan tim kreatif Lionsgate dalam proses produksi, termasuk pra-visualisasi, pembuatan storyboard, sebagian dari proses pasca-produksi, dan potensi penggunaan kembali konten di berbagai skala rating dan genre.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pada Juni 2026, kemitraan tersebut berencana memanfaatkan properti yang sudah ada untuk serial pendek yang dihasilkan oleh AI. Ekspansi tersebut berpotensi memungkinkan karakter dari beberapa properti Lionsgate untuk muncul dalam proyek AI.
Wakil Ketua Lionsgate, Michael Burns, mengatakan ekspansi kemitraan tersebut bertujuan membantu para sineas dalam mengembangkan upaya kreatif mereka dalam pembuatan film.
"Ini adalah proses berulang. Seiring kami terus memperluas penggunaan teknologi Runway di seluruh operasi produksi kami dan memperkenalkan alat-alatnya kepada lebih banyak pembuat film kami," kata Burns seperti diberitakan Variety pada 11 Juni 2026.
"Kami percaya ini akan membantu talenta kami mendefinisikan ulang dan membentuk kembali batasan kemungkinan dalam upaya kreatif mereka," lanjutnya.
Sementara itu, Cristobal Valenzuela, salah satu pendiri dan CEO Runway, mengatakan Lionsgate merupakan salah satu perusahaan yang memahami AI sebagai sumber daya kreatif.
"Kita secara konsisten melihat bahwa studio-studio yang paling serius tentang AI memikirkannya sebagai sumber daya kreatif, bukan sebagai alat penghemat biaya," kata Valenzuela.
"Lionsgate memahami hal itu. Kemitraan yang diperluas ini akan membantu lebih banyak cerita diceritakan, lebih cepat. Itu adalah inti dari misi kami di Runway, dan kami senang dapat membantu menciptakan generasi konten ikonik berikutnya."
4. Netflix
Pada 5 Maret 2026, Netflix mengakuisisi InterPositive, perusahaan AI yang didirikan oleh Ben Affleck. Akuisisi tersebut bertujuan agar Netflix dapat mendukung proses kreatif para mitra kreatifnya.
Bela Bajaria, Chief Content Officer Netflix, menyatakan bahwa teknologi AI interPositive dapat memberikan kepada para mitra kreatif "lebih banyak pilihan, lebih banyak kendali, dan perlindungan yang lebih baik terhadap visi kreatif mereka."
Sementara itu, seperti diberitakan Variety, Ben Affleck menjelaskan bahwa sistem InterPositive membangun model AI berdasarkan rekaman harian dari suatu produksi yang sedang berjalan.
Model tersebut kemudian dapat digunakan dalam proses pascaproduksi untuk melakukan berbagai tugas seperti color grading, relighting shots, hingga menambahkan efek visual.
(van/end) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
