Istana Terapkan Protokol Khusus saat Raja Charles Temui Harry

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 06:30 WIB
Kerajaan Inggris menerapkan protokol manajemen risiko yang ketat setiap kali Pangeran Harry mengunjungi ayahnya, Raja Charles III. (AFP/LOIC VENANCE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerajaan Inggris menerapkan protokol manajemen risiko yang ketat setiap kali Pangeran Harry mengunjungi ayahnya, Raja Charles III. Protokol tersebut diterapkan oleh para ajudan sang raja.

Seorang pengamat kerajaan, Kinsey Schofield mengungkapkan Raja Charles III dan para pejabat istana telah menyusun strategi cermat mengenai cara berinteraksi dengan Pangeran Harry.

Strategi cermat dalam penerapan protokol manajemen risiko ini meliputi kesiagaan staff kerajaan hingga sekretaris pribadi Raja Charles selama pertemuan dengan sang anak berlangsung.

"Raja beserta para pejabat istana telah menyusun strategi dengan cermat mengenai cara berinteraksi dengan Pangeran Harry, termasuk memastikan ada saksi yang hadir secara tidak mencolok di dalam ruangan," kata Kinsey Schofield seperti diberitakan Page Six pada 30 Juni.

"Sekretaris pribadi Raja juga diketahui selalu bersiaga dan siap turun tangan apabila percakapan menjadi tidak nyaman atau muncul permintaan yang sulit. Mereka akan mengakhiri pertemuan dengan mengingatkan Raja bahwa agenda berikutnya memerlukan waktu perjalanan tambahan sehingga beliau harus segera pergi," kata Schofield.

"Selama pertemuan berlangsung, pelayan atau kepala pelayan yang menyajikan teh juga sengaja berada di ruangan lebih lama, alih-alih langsung meninggalkannya," lanjutnya.

Menurut Schofield, protokol tersebut telah berkembang selama bertahun-tahun dan bahkan sudah diterapkan sejak sebelum Ratu Elizabeth II wafat pada September 2022.

"Para ajudan istana atau sahabat terpercaya kerap hadir dalam pertemuan maupun percakapan telepon sebagai saksi sekaligus memberikan dukungan jika diperlukan," klaimnya mengenai protokol yang diterapkan mendiang Ratu Elizabeth II.

Schofield menjelaskan bahwa staf kerajaan kini menangani setiap kunjungan Harry dengan pendekatan "manajemen risiko" sebagai upaya melindungi institusi kerajaan.

Penerapan tersebut juga merujuk pada langkah Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk mundur sebagai anggota senior keluarga Kerajaan Inggris pada tahun 2020. Keputusan untuk meninggalkan Inggris itu memicu keretakan berkepanjangan dengan keluarga kerajaan.

"Istana Buckingham kini memandang setiap interaksi dengan Pangeran Harry dari sudut pandang melindungi institusi kerajaan, bukan lagi menjaga hubungan keluarga," kata Schofield.

"Hal itu mungkin terdengar menyedihkan bagi sebagian orang, tetapi dari sudut pandang istana, berbagai peristiwa dalam beberapa tahun terakhir membuat mereka percaya banyak keputusan Harry pada akhirnya lebih menguntungkan kepentingannya sendiri daripada keluarganya," lanjutnya.

"Terlepas dari benar atau tidaknya anggapan tersebut, itulah kenyataan yang kini menjadi dasar bagaimana mereka mengelola hubungan ini."

Schofield juga menanggapi laporan yang menyebut Ratu Camilla ingin berada di ruangan yang sama dengan suaminya saat pertemuan mendatang dengan Harry.

"Sejauh yang saya ketahui, Ratu Camilla tidak terlalu berminat berinteraksi dengan Harry maupun Meghan. Ia akan mendukung Raja jika diminta, tetapi tidak melihat adanya manfaat untuk kembali membuka persoalan lama," ujarnya.

Menurut sumber, di kalangan kerajaan berkembang keyakinan bahwa interaksi dengan Harry dan Meghan Markle kerap diikuti oleh pengungkapan informasi kepada publik atau munculnya narasi tandingan, sehingga kepercayaan menjadi sangat sulit dipulihkan.

Apalagi, Pangeran Harry pernah berkata, dinamika keluarga yang kompleks dan rasisme yang mengakar menjadi faktor kunci di balik keputusan dirinya dan Meghan Markle untuk meninggalkan Inggris.

"Pengalaman di masa lalu membuat istana memilih bersikap hati-hati terhadap setiap usulan pertemuan. Charles telah menunjukkan bahwa ia bersedia menjaga jarak ketika pembicaraan mulai berfokus pada uang atau persoalan keluarga yang sensitif," ujar Schofield.

"Gagasan bahwa ia membutuhkan Ratu Camilla untuk melindunginya dari putra bungsunya sendiri tidak sejalan dengan keputusan-keputusan yang telah diambilnya selama beberapa tahun terakhir."

Kendati demikian, Istana Buckingham belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Page Six.

Sementara itu, Raja Charles dan Pangeran Harry diperkirakan akan bertemu kembali di Inggris bulan depan sebagai upaya memperbaiki hubungan mereka setelah bertahun-tahun berselisih.

Pasangan tersebut juga dipastikan akan membawa kedua anaknya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, untuk bertemu sang kakek. Namun, belum dipastikan apakah Meghan Markle akan ikut hadir dalam pertemuan keluarga dengan Raja Charles.

Sebelumnya, Raja Charles disebut sangat gembira dapat bertemu kedua cucunya tersebut. Apalagi mengingat keluarga Harry terakhir ke Inggris adalah empat tahun lalu.

Pangeran Harry dan Meghan Markle pun telah mengonfirmasi bakal tinggal di kediaman resmi kerajaan selama kunjungan tersebut. Momen ini juga merupakan pertama kalinya bagi Pangeran Harry dan keluarga menerima undangan untuk tinggal di akomodasi kerajaan. Sebelumnya, mereka selalu menolak undangan yang sama.

(van/end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK