Kubu Ruben Bantah Selingkuh dan Pinjol, Tantang Sarwendah Buktikan

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 13:49 WIB
Minola Sebayang selaku pengacara bantah tuduhan perselingkuhan, pinjol, hingga polemik dokumen aset dan pengasuhan anak atas Ruben Onsu. (CNN Indonesia/Vandeniar Kennindya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah berbagai tudingan yang diarahkan kepada kliennya, mulai dari isu perselingkuhan, pinjaman online (pinjol), hingga polemik dokumen aset dan pengasuhan anak.

Menanggapi isu perselingkuhan, Minola menegaskan tuduhan tersebut tidak memiliki dasar. Ia juga menantang agar tuduhan tersebut dibuktikan.

Ia menjelaskan kasur yang diceritakan Sarwendah dalam podcast bersama Denny Sumargo, merupakan barang endorsement yang ditempatkan di lokasi lain karena rumah Ruben sedang direnovasi.

"Buktikan kalau memang Ruben selingkuh. Emangnya Ruben dekat dengan orang lain?" kata Minola seperti diberitakan detikHot pada Kamis (30/7).

"Ruben itu endorse tempat tidur (kasur). Kalau dia dapat kasur endorse dan ditaruh di tempat lain karena rumahnya lagi direnovasi, apakah itu tandanya dia selingkuh?"

"Sebelum ada isu selingkuh, kan saya sudah bilang dia endorse kasur. Kalau suatu tuduhan tidak dapat dibuktikan, itu fitnah," kata Minola.

"Kita ini persoalannya masalah anak yang tidak berkumpul bersama Ruben, kok larinya ke dugaan selingkuh? Kasur? Kejauhan."

Isu perselingkuhan itu mencuat setelah Sarwendah tampil dalam podcast Denny Sumargo pada 29 Juli. Ia menceritakan, saat masih bersama Ruben, ada kirimkan kasur baru ke rumah mereka di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Aku tanya security rumah lama, itu kasur siapa? Dia bilang, 'Bapak minta kasurnya dikirim ke Apartemen.' Mungkin, dia punya rencana tinggal di apartemen dengan yang lain," kata Sarwendah.

CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Sarwendah dan Denny Sumargo untuk mengutip percakapan mereka.

Bantah dugaan pinjol

Selain itu, Minola juga membantah tudingan bahwa Ruben memiliki pinjaman online yang disebut-sebut menjadi alasan kedatangan debt collector ke rumah Sarwendah.

"Buktikan aja kalau memang Ruben ada pinjol. Kalau pinjol, OJK tuh sudah ada aturan tidak boleh menagih ke rumah di atas jam kerja," kata Minola.

"Lagipula ngapain Ruben pinjol kalau dia bisa pinjam ke bank? Kalaupun debt collector datang ke rumahnya dia (Sarwendah), kan berarti pinjolnya sekarang nih setelah berpisah. Kan enggak mungkin Ruben memberikan alamat rumah Cilandak."

"Setahun ini sudah kami sanggah, alamat terbaru Ruben sudah ada, kerjanya di stasiun televisi. Ngapain pinjol datang ke rumah yang jelas-jelas Ruben enggak ada di situ? Pakai logika aja, hukum itu logika."

Minola juga meluruskan polemik mengenai dokumen aset, termasuk rumah di Rempoa. Ia membantah adanya permintaan surat rumah dari Sarwendah oleh Ruben.

Sebaliknya, menurutnya, pihak Ruben lebih dahulu mengirim surat kepada kuasa hukum Sarwendah untuk meminta sertifikat vila yang masih dikuasai Sarwendah.

Menurut Minola, pihak Sarwendah saat itu menyatakan keberatan menyerahkan dokumen karena masih ada perhitungan harta bersama. Ia menyinggung rangkaian konferensi pers yang dilakukan kedua belah pihak setelahnya.

Minola mengatakan pihak Sarwendah lebih dulu membawa persoalan tersebut ke ruang publik dengan menyampaikan isu nafkah anak.

"Tiba-tiba tanggal 31 Mei 2026, mereka preskon duluan dengan judul 'Ruben sudah tidak nafkahi anak sejak akhir tahun 2025'. Malamnya kami gunakan hak jawab kami. Besoknya mereka preskon lagi. Gara-gara dia preskon lagi, Ruben minta saya keluar lagi membalas. Di situ lah saya bilang, 'Kenapa sih kita berbalas pantun?'"

Dalam kesempatan yang sama, Minola turut memperlihatkan sejumlah percakapan WhatsApp antara Ruben dan Sarwendah yang disebut menunjukkan sulitnya komunikasi mengenai pengasuhan anak.

Menurutnya, isi percakapan tersebut memperlihatkan Ruben beberapa kali meminta adanya koordinasi terkait kegiatan anak-anak, termasuk pembagian rapor dan jadwal bertemu.

"Makanya karena tentang anak ini enggak nyambung, Ruben tunjuk pengacara. Bukan untuk ngerebutin, tapi biar ada kesepakatan yang jelas," ujarnya.

Permasalahan di antara Ruben dan Sarwendah meningkat setelah mereka bercerai dan pembagian waktu bertemu anak dinilai sulit oleh pihak Ruben.

Konflik keduanya kemudian melebar ke silang pendapat mengenai nafkah, klaim utang renovasi rumah, serta hadirnya pihak ketiga di lingkaran pengasuhan, hingga berujung gugatan resmi hak asuh anak dilayangkan Ruben Onsu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(chri/chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK