Merger Paramount-Warner Bros Kantongi Dukungan dari Eropa dan Inggris
Proses merger Paramount Skydance terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) kini resmi sudah mendapatkan dukungan dari industri film di Eropa dan Inggris, meski saat ini menghadapi gugatan antimonopoli di Amerika Serikat.
Pada Kamis (6/8), Competition and Markets Authority (CMA) Inggris menyatakan merger tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap persaingan dalam distribusi film bioskop, saluran TV anak-anak linear, dan penyediaan layanan VOD berlangganan di Inggris.
Keputusan tersebut datang setelah pada Juli 2026, Komisi Eropa juga menyatakan hal serupa. Komisi Eropa menilai tidak akan merugikan persaingan karena masih terdapat cukup banyak pesaing, baik secara global maupun lokal.
Variety pada Kamis (6/8) mengatakan, dukungan Benua Biru ini merupakan hasil dari kampanye lobi ekstensif yang dilakukan pimpinan Paramount Skydance, David Ellison, sejak Januari untuk menggalang dukungan bagi transaksi tersebut.
Elliot bertemu dengan para pemimpin politik, pembuat kebijakan, dan pelaku industri senior, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy, serta menegaskan komitmennya terhadap pengalaman menonton di bioskop.
Elliot juga meyakinkan mereka bahwa perusahaan media tradisional seperti Paramount dan Warner Bros. perlu bersatu untuk bersaing dengan layanan streaming global.
Upaya pendekatan tersebut tampaknya sangat membantu Ellison dalam memenangkan dukungan tokoh-tokoh berpengaruh, yang beberapa di antaranya kemudian secara terbuka mendukung merger tersebut.
"Kami menyambut baik keputusan hari ini dari Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris yang menyetujui usulan akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance," ujar pendiri sekaligus CEO jaringan bioskop terbesar di Eropa, Vue Entertainmet, Tim Richards.
"Enam tahun terakhir ini merupakan masa yang sangat menantang bagi industri kami, mulai dari pandemi hingga aksi mogok kerja Hollywood, dan keputusan ini merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian akhir bagi sektor ini."
"Kami yakin industri ini akan menjadi lebih kuat dengan bersatunya Paramount dan Warner Bros. Discovery, dibandingkan jika mereka bersaing secara terpisah," kata Richards.
"Industri saat ini membutuhkan kepastian akhir agar dapat fokus pada hal yang paling utama: memproduksi dan merilis film-film hebat."
Variety menyebut para pelaku bisnis bioskop, eksekutif media, dan analis di Inggris berpendapat kesepakatan ini mencerminkan perubahan pola pikir regulasi yang lebih luas, di tengah tekanan persaingan yang semakin meningkat dari raksasa streaming global yang dihadapi perusahaan penyiaran Eropa.
"Trennya mengarah pada konsolidasi," ujar Bazalgette, mantan ketua ITV dan penasihat pemerintah yang telah lama berkecimpung di industri kreatif.
"Regulator sempat menghalangi merger-merger semacam ini empat atau lima tahun lalu karena mereka terpaku pada masa lalu dan tidak melihat ke arah masa depan. Kini, pandangan mereka sudah sangat berbeda."
"Kami bahkan mencantumkan-dengan persetujuan pemerintah-bahwa konsolidasi adalah sesuatu yang perlu terjadi," ujarnya. "Melakukan merger atau menggabungkan layanan merupakan suatu kebutuhan."
"Terkait persaingan usaha, Paramount sebenarnya tidak terlalu besar. Memang benar mereka akan memiliki Warner Bros. Discovery sekarang, tapi jika melihat lanskap media Inggris serta peran Netflix, Disney, Apple, dan BBC, sulit untuk mengatakan bahwa konglomerat Skydance secara keseluruhan memegang posisi dominan di pasar Inggris," katanya.
"Mereka sama sekali tidak memiliki posisi dominan. Lihat saja pangsa pasarnya. Angkanya sangat kecil."
Sementara itu, hakim federal AS resmi menjadwalkan persidangan dugaan kasus antimonopoli dalam merger Paramount Skydance terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) pada Maret 2027.
Jadwal tersebut lebih lambat dari yang diharapkan oleh Paramount dan dianggap sebagai langkah lanjutan pengadilan dalam menghambat proses merger dua perusahaan raksasa itu.
Koalisi 12 negara bagian, termasuk California dan New York, mengajukan gugatan pada 13 Juli dengan tuduhan bahwa pengambilalihan Warner Bros. Discovery senilai US$111 miliar oleh Paramount akan secara ilegal mengurangi persaingan di pasar distribusi jaringan penyiaran dasar dan bioskop.
Sementara itu, WGA mengajukan gugatan terpisah keesokan harinya, dengan alasan bahwa merger itu juga akan merugikan pasar bagi para penulis.
(end)