Profil Ha Young, Aktris Korea Terjerat Kontroversi Buyut Pro Jepang
Latar belakang keluarga
Kebiasaan Ha Young membicarakan silsilah keluarganya sendiri bukan pertama kali terjadi saat permasalahan ini menyeruak.
Ha Young sering membeberkan bahwa hidup dari keluarga yang hampir semuanya berlatar belakang medis, dan menyebut dirinya yang berbeda karena fokus ke dunia seni rupa dan peran.
Ia mengungkapkan ayahnya merupakan dokter aktif, ibunya berlatar belakang pendidikan keperawatan, serta kakak perempuannya juga meniti karier di dunia medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berhenti di sana, ia juga sempat menceritakan kakek buyutnya merupakan orang yang menjadi dokter pertama di Korea.
Pada Januari 2025, saat menjalani sesi wawancara usai membintangi serial The Trauma Code: Heroes on Call, ia sempat mengklarifikasi rumor yang menyebut kakek buyutnya adalah dokter pribadi Kaisar Gojong.
Walau meluruskan rumor tersebut, ia tetap memuji sang kakek buyut sebagai dokter medis barat pertama di Hanyang dan mengaku sangat bangga atas warisan itu.
Kisah yang sama kemudian diceritakan kembali saat mempromosikan Our Sticky Love bersama Jung Hae-in pada 7 Agustus lalu di program Problem Child in House dan kanal YouTube Netflix Korea sehari sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, aktris yang dinaungi agensi Bistus Entertainment ini kembali menceritakan bahwa dirinya tumbuh dari keluarga dokter empat generasi.
Ia menyebut sang kakek buyut, Ahn Sang-ho (1872-1927), sebagai sosok yang menimba ilmu kedokteran barat di Jepang dan membuka praktik medis pertama di Hanyang (sekarang Seoul).
Pernyataan berulang tersebut mendorong publik menelusuri rekam jejak sejarah sang kakek buyut hingga menemukan fakta bahwa Ahn Sang-ho terdaftar sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916.
Daejeong Chinmokhoe merupakan organisasi yang tercatat memiliki rekam jejak kolaborasi pro-Jepang atau yang sering disebut sebagai pengkhianat atau chinilpa.
Saat dikonfirmasi media Xports News pada 10 Agustus, pihak agensi sempat membantah tuduhan tersebut dan mengklaim isu pro-Jepang itu tidak sesuai fakta.
Namun, hanya berselang sehari pada 11 Agustus, Bistus Entertainment meralat pernyataan mereka usai melakukan verifikasi ulang dan membenarkan keberadaan nama Ahn Sang-ho dalam dokumen sejarah tersebut.
Sikap manajemen Ha Young yang dinilai tidak konsisten kian memperkeruh suasana dan memicu kekecewaan publik. Ha Young pada Rabu (12/8) menuliskan surat permintaan maaf atas situasi yang terjadi.
"Selama ini, saya hanya mengetahui kehidupan kakek buyut saya secara sepenggal-sepenggal berdasarkan cerita yang diturunkan dalam keluarga," tulis Ha Young dalam surat tulisan tangan yang diunggah di Instagram, Rabu (12/8).
"Sungguh memalukan, saya sempat membicarakannya di berbagai kesempatan seolah-olah beliau adalah sosok kebanggaan keluarga, padahal sebenarnya saya tidak mengetahui fakta yang sesungguhnya."
"Saya sangat menyesal karena sempat membicarakan sejarah keluarga saya dengan begitu enteng tanpa memahami secara benar sejarah kelam negara kita di masa penjajahan Jepang," tulisnya.
Namun, permintaan maaf itu disambut dingin brand. Banyak merek langsung mengubah iklan mereka yang menampilkan Ha Young private sehingga tak lagi bisa diakses publik.
(chri)