Yosep Anggi Noen Beber Perubahan Cerita di Film Laut Bercerita

CNN Indonesia
Sabtu, 22 Agu 2026 13:13 WIB
Sutradara Laut Bercerita Yosep Anggi Noen  di media Luncheon,  Adityawarman, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026) .
Sutradara Yosep Anggi Noen menceritakan proses adaptasi novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori ke layar lebar. (CNN Indonesia/Vandeniar Kennindya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sutradara Yosep Anggi Noen menceritakan proses adaptasi novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori ke layar lebar. Dalam proses adaptasi, ia bekerja sama dengan Leila untuk menyusun kembali cerita ke dalam bentuk skenario.

Kolaborasi itu menghasilkan sejumlah penyesuaian sehingga struktur cerita berbeda dari versi novel. Versi film disebut fokus pada persahabatan Biru Laut, serta penantian keluarga yang ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam versi film, kata Yosep Anggi, cerita tidak hanya berfokus pada konflik dan latar politik, tapi juga memberikan ruang bagi hubungan antarkarakter serta pengalaman personal yang dekat dengan pembaca.

"Jadi saya dan Mbak Leila berproses yang cukup panjang untuk menuliskan skenarionya menjadi tentu skenario yang cocok untuk sinema," kata Anggi dalam acara media luncheon di Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

"Dan juga kami mencoba menunjukkan feeling atau perasaan gitu kira-kira. Hal-hal yang kemudian memang menusuk, hal-hal yang kemudian menginspirasi, hal-hal yang kemudian membuat hangat, hal-hal yang membuat orang jadi memaknai lagi kehidupan, persahabatan, keluarga kayak gitu kita munculkan dalam bentuk yang paling unggul."

[Gambas:Video CNN]

Plot novel Laut Bercerita memiliki dua bagian besar yang digambarkan melalui perspektif Biru Laut dan adiknya, Asmara Jati.

Pada bagian pertama, pembaca mengikuti kehidupan Laut sebagai mahasiswa aktivis pada era 1990-an, termasuk persahabatannya, keterlibatannya dalam gerakan perlawanan, hingga penangkapan dan penghilangan dirinya.

Sementara itu, bagian kedua beralih pada keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan, terutama dari sudut pandang Asmara Jati yang berusaha mencari keberadaan sang kakak sekaligus menghadapi penantian bersama orang tuanya.

Kedua sudut pandang tersebut tetap dipertahankan Anggi dalam versi film. Ia berusaha menjaga keseimbangan kisah Laut dan orang-orang yang ditinggalkan, tetapi juga membuka cerita persahabatan Laut dan teman-temannya.

Versi film juga dipastikan tidak hanya berbicara mengenai aktivisme atau peristiwa 1998, tapi juga memperlihatkan kehidupan para karakter yang berada di sekitar Laut, seperti Ratih Anjani yang jadi kekasih Laut.

Dalam novel, Anjani hadir melalui cerita, mimpi, hingga surat-surat yang dituliskan Laut.

Perubahan dan penderitaan Anjani setelah kehilangan Laut juga terlihat melalui narasi Asmara Jati, di tengah upaya keluarga dan orang-orang terdekat mencari keberadaan Laut dan kawan-kawannya.

Dalam versi film, Anjani mendapat posisi yang lebih sentral. Perjalanannya tidak hanya menjadi bagian kisah cinta Laut, tetapi juga memperlihatkan perubahan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintainya.

"Bagaimana posisi Anjani? Posisi Anjani di film ini sentral gitu karena dia adalah sebuah tokoh yang punya lompatan physically dan emotionally drastis gitu," kata Anggi.

"Mulai dari orang yang begitu ceria, berkesenian gitu kan, kemudian penuh cinta dengan Laut, di belakang dia menjadi orang yang kalau dalam buku juga sudah diceritakan mandi saja enggak sempat, kemudian dia nggak mau keramas gitu atau apa gitu terus sampai ke situ."

Lanjut ke sebelah...

Pemain dan Karakter Film Laut Bercerita BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2