OBITUARI

Dolly Parton, Si Gadis Desa yang Menjelma jadi The Queen of Country

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 08:29 WIB
Dolly Parton meninggal
Dolly Parton berpulang pada Selasa (25/8). Kepergiannya jadi duka bagi dunia hiburan terutama di kalangan penggemar musik country. (AFP/ROBYN BECK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duka menyelimuti dunia hiburan. Legenda musik country Dolly Parton berpulang di usia 80 tahun pada Selasa (25/8).

Kabar ini disampaikan keponakan Dolly Parton, Bryan Seaver lewat sebuah video di Instagram. Dia berkata pengumuman ini dibuat sesuai permintaan sang bibi beberapa tahun lalu. Sesuatu yang tak pernah ia bayangkan dan kini terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah sebuah kehormatan, kehormatan yang bercampur dengan rasa bangga yang luar biasa sekaligus kesedihan yang mendalam. Namun, kesedihan itu milik kita, bukan milik Dolly," kata Bryan Seaver.

"Dolly telah hidup dalam cahaya dan kini berada dalam pelukan Yesus; ia pastilah telah disambut oleh Carl, orang tuanya, serta tak terhitung banyaknya orang lain yang selama ini memperhatikan dan merindukan perjumpaan dengannya di surga."

"Saya adalah seorang gadis desa"

Dolly Rebecca Parton lahir di Pittman Center, Tennessee pada 1946. Memiliki 11 saudara kandung, kondisi keluarganya bisa dibilang kurang mampu. Dalam sebuah wawancara, Parton pernah bercerita bahwa kadang makanan yang tersedia tak pernah benar-benar cukup untuk seluruh anggota keluarga.

Parton mengenal musik sejak kecil. Di usia 6 tahun, ia memainkan gitar pertamanya dan bernyanyi di gereja milik sang kakek. Setahun berikutnya, ia mulai menulis lagu.

Penampilan mencolok di sepanjang kariernya rupanya memang sudah mendarah daging. Sejak kecil Parton memang selalu ingin tampil cantik.

"Segala sesuatu yang saya kenakan adalah buatan sendiri atau pakaian bekas pakai... Saya selalu ingin tampil lebih cantik. Saya mulai membenahi penampilan saya. Saya ingin pakaian yang ketat, riasan mencolok, kuku panjang, dan bibir merah. Saya sangat menikmati gaya itu," kata Parton saat wawancara dengan People pada 2003.

Lulus SMA ia pindah ke Nasville pada 1964. Ia tampil di berbagai klub dan menulis lagu untuk artis lain. Parton berkata berkat lagu-lagu itu, ia bisa keluar dari pegunungan dan melihat dunia luar.

Dia pun dilirik bintang musik country Porter Wagoner dan direkrut tampil di acara The Porter Wagoner Show.

"Saya akan selalu menjadi musisi country karena saya adalah seorang gadis desa. Gaya saya mencerminkan jiwa dan perasaan saya. Melalui lagu-lagu, saya akan mengungkapkan kepada dunia hal-hal yang tidak sanggup saya sampaikan kepada ibu saya," katanya dalam wawancara pada 1975.

Perlahan tapi pasti, karyanya di skena musik country mendapat pengakuan. Pada 1971 ia meraih posisi pertama di tangga lagu country lewat lagu Joshua. Di tahun yang sama, lagu Coat of Many Colors menempati urutan keempat.

Dolly PartonIlustrasi. Dolly Parton tak hanya aktif sebagai penyanyi-penulis lagu tetapi juga pemeran dalam beberapa judul film. (Instagram/dollyparton)


Jolene yang masih populer hingga sekarang sempat menduduki peringkat pertama dan masuk daftar Billboard Hot 100 ketika dirilis pada 1973.

Pada 1974, ia memutuskan berhenti tampil di The Porter Wagoner Show dan menulis I Will Always Love You sebagai salam perpisahan pada rekannya, Wagoner. Sontak lagu ini menduduki puncak tangga lagu musik.

Tak cukup sampai di situ, lagu ini jadi megahit ketika dinyanyikan Whitney Houston untuk film The Bodyguard pada 1992.

"Saat itulah saya merasakan nilai diri saya sebagai seorang penulis lagu. Saya berpikir, 'Ini adalah bakat saya, dan saya akan memanfaatkannya sebaik mungkin'," ungkap Parton di 2015.

Lagu demi lagu tercipta dari tangan Parton. Namun ia tak berpuas diri hanya dengan bermusik. Pada 1980, ia mulai terjun ke dunia film dengan membintangi 9 to 5 bersama Lily Tomlin dan Jane Fonda. Kemudian menyusul The Best Little Whorehouse in Texas (1982), Rhinestone (1984), Steel Magnolias (1989), dan Joyful Noise (2012).

Meski rajin tampil di layar perak, Parton tetap pada akar bermusiknya. Pada 1987, ia merilis album Trio berkolaborasi dengan Linda Ronstadt dan Emmylou Harris. Dia berkata mereka bertiga sudah seperti saudara perempuan.

"Kami tidak selalu sependapat, tetapi kami menghasilkan paduan suara yang luar biasa. Album Trio pertama kami adalah salah satu karya musik terbaik yang pernah saya ikuti," ujarnya pada 2003.

Sepanjang kariernya, Parton telah membawa pulang satu penghargaan Emmy, 11 Grammy, 10 penghargaan Country Music Association, tujuh penghargaan Academy of Country Music, tiga American Music Awards, serta meraih dua nominasi Academy Award dan satu Oscar kehormatan. Dia pun pernah memenangkan penghargaan Entertainer of the Year dari Country Music Association.

Kisah hidupnya diadaptasi jadi sebuah pertunjukan musikal Dolly: A True Original Musical yang tayang pada Juli 2025. Rencananya, pertunjukan ini akan diadaptasi ke Broadway tahun ini.

Masih ingin wujudkan mimpi

Usia tak menghalanginya untuk terus bermimpi dan berkarya. Namun usai kepergian sang suami, Carl Dean, pada Maret 2025, kondisi kesehatannya kian menurun. Dia mengaku ada beberapa masalah kesehatan yang diabaikannya selama mendampingi sang suami.

Ini memang bukan kali pertama Parton 'drop'. Dia bercerita di awal 1980-an, ia pernah rehat selama beberapa bulan karena masalah kesehatan kewanitaan. Saat itu ia juga berjuang dengan masalah berat badan.

Pasangan Dolly Parton dan Carl Dean, (Arsip Dolly Parton)Dolly Parton bersama sang suami, Carl Dean. Parton mengakui kondisi kesehatannya menurun sejak kepergian Dean pada 2025. (Arsip Dolly Parton) 

Di tengah kondisi yang terbilang tidak baik-baik saja, Parton masih sempat berkelakar.

"Dulu saya sering bercanda bahwa saya adalah 'Ratu Tabloid', tapi sekarang mungkin saya bisa menyebut diri saya sebagai 'Ratu AI Media Sosial'!" katanya.

"Tapi serius, meskipun saya masih dalam masa pemulihan, saya tetap bekerja! Anda tentu mengenal saya, saya telah mewujudkan impian-impian besar dan masih banyak hal yang ingin saya capai, jadi saya akan terus bekerja selama saya mampu demi melihat semua itu menjadi kenyataan."

Selang beberapa hari setelahnya, Parton berpulang. Namun karya-karya serta semangatnya tetap terpatri dalam benak banyak orang.

Seaver berkata sang bibi sempat menyampaikan bahwa dirinya ingin beristirahat dalam hamparan kapas lembut dan nyaman. Keinginan ini muncul sebab sepanjang hidupnya ia telah mengenakan kostum bertabur batu permata imitasi yang berat.

"Beristirahatlah dengan tenang, Bibi Dolly, Bibi, Nenek, Gigi. Semoga Tuhan memberkati Dolly Parton, dan semoga Tuhan memberkati Anda semua. Ia akan selalu menyayangi kalian," pungkasnya.

(els)
placeholder