Cerita Sherina Lihat Asap Tebal Kepung Kalimatan Akibat Karhutla

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 14:31 WIB
Sherina Munaf
Sherina Munaf cerita melihat dan merasakan langsung terkepung asap tebal akibat karhutla di Kalimantan. (Instagram/@sherinamunaf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sherina Munaf membagikan pengalamannya saat menyaksikan langsung kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung wilayah Kalimantan.

Ia menceritakan momen mencekam tersebut sejak masih berada dalam pesawat hingga menginjakkan kaki di sana. Penerbangannya ke Kalimantan bahkan sempat tertahan akibat keterbatasan jarak pandang di lokasi tujuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat pesawat mulai bergerak turun untuk mendarat, pandangan di luar jendela perlahan tertutup asap pekat hingga aroma sangit menembus kabin pesawat.

"Itu bukan awan, itu asap, dan bau asapnya itu sampai masuk ke dalam pesawat. Aku langsung otomatis pakai masker karena lama-lama gatal," kata Sherina dalam unggahan bersama pada Rabu (2/9).

Ia menambahkan bahwa Kalimantan baru mulai terlihat ketika posisi pesawat sudah sangat dekat dengan atap pemukiman warga. Ia juga menunjukkan video tebalnya asap di sana.

[Gambas:Video CNN]

Setibanya di lokasi, Sherina bersama tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) langsung mendatangi Dinas Kehutanan serta BKSDA untuk menyalurkan bantuan logistik dan berkoordinasi terkait pemetaan titik api.

Dalam perjalanan, ia juga melihat sisa-sisa lahan yang hangus di kawasan Jalan Lingkar Luar, lengkap dengan kemunculan titik api kecil yang berpotensi kembali membesar.

Kondisi tersebut membuat Sherina prihatin membayangkan kehidupan warga setempat yang harus berhadapan dengan kabut asap setiap hari. Dari penuturannya, sisa api kecil saja sudah menghasilkan dampak asap yang amat pekat.

"Api yang sekecil itu aja impact asapnya sudah parah banget dan aku enggak kebayang warga di sana terdampaknya seperti apa tiap hari," kata Sherina.

Dalam agenda berikutnya, Sherina dijadwalkan menyambangi Pusat Rehabilitasi Orangutan BOSF di Nyaru Menteng untuk meninjau kondisi sekolah hutan serta memastikan langkah preventif dalam mengamankan sekitar 200 orang utan di sana.

Rombongan lantas melanjutkan perjalanan darat selama 2,5 jam dari Palangkaraya menuju titik krusial di Tambore untuk menyaksikan perjuangan para petugas memadamkan api dan membuat sumur air hingga dini hari.

[Gambas:Instagram]

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah provinsi di Kalimantan dan Sumatra hingga kini. Kementerian Lingkungan Hidup menerbitkan instruksi mendesak bagi enam gubernur di Sumatra dan Kalimantan guna memperketat penanganan karhutla.

Karhutla yang tak kunjung membaik ini berpotensi membuat warga mengidap ISPA, iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, merusak lingkungan, kabut asap yang mengganggu jarak pandang hingga menghambat sarana transportasi darat, laut, dan penerbangan.

Sejauh ini, Kementerian Lingkungan Hidup menyegel 21 badan usaha terkait peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai daerah.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan 21 badan usaha itu tersebar 7 di Kalimantan Barat, 4 di Sumatera Selatan, 4 di Kalimantan Selatan, 3 di Kalimantan Tengah, dan masing-masing 1 di Kalimantan Timur, Lampung dan Riau.

(chri)