Paris Jadi Saksi Comeback Celine Dion ke Panggung Usai Hiatus Panjang

CNN Indonesia
Minggu, 13 Sep 2026 22:40 WIB
Celine Dion kembali menggelar konser tunggal usai hiatus selama 6 tahun. (Foto: REUTERS/Sarah Meyssonnier)
Jakarta, CNN Indonesia --

Celine Dion kembali menggelar konser tunggal untuk pertama kalinya dalam enam tahun di Paris, Prancis, Sabtu (12/9). Ia kembali ke atas panggung usai bertahun-tahun berjuang melawan penyakit neurologis langka Stiff Person Syndrome.

Penyanyi asal Kanada berusia 58 tahun itu tak kuasa menahan tangis saat membuka konser di Plenitude Arena di kawasan barat Paris di hadapan 30 ribu penggemarnya.

Dion membuka penampilannya dengan lagu berbahasa Prancis era 1990-an, On ne change pas.

"Ini tentu saja air mata bahagia. Saya sangat senang melihat kalian," kata Dion sembari memberikan kecupan kepada penonton, dikutip dari AFP, Minggu (13/9).

Konser tersebut menandai comeback besar Dion setelah Stiff Person Syndrome membuatnya membatalkan sejumlah pertunjukan dan menimbulkan ketidakpastian apakah ia bisa kembali manggung.

Konser pertama Celine Dion disambut meriah 30 ribu penggemarnya di Paris, Prancis. Foto: REUTERS/Sarah Meyssonnier

Stiff Person Syndrome merupakan kondisi yang tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan kekakuan serta kejang otot.

"Jalannya lebih berbatu dari yang diperkirakan. Tapi saya berpegang pada secercah cahaya di kejauhan, jauh di pegunungan," ujar Dion.

"Malam ini, saya ingin bernyanyi untuk kalian, bernyanyi untuk diri saya sendiri, bernyanyi untuk kehidupan," lanjutnya.

Kembalinya Dion disambut para penggemar dari berbagai negara. Mereka memenuhi arena dengan pakaian berpayet, riasan gemerlap hingga kaus bergambar Dion dan referensi dari lagu-lagu hitnya.

Seorang penggemar asal Quebec, Elisabeth Landry, mengaku sempat mengira Dion tidak akan kembali mengadakan konser.

"Rasanya tidak nyata bisa berada di sini!" kata Landry.

"Saya yakin kami tidak akan pernah melihatnya lagi, apalagi memulai rangkaian konser seperti ini," imbuhnya.

Harian Prancis Le Parisien melaporkan mantan ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama termasuk penonton yang hadir dalam konser tersebut.

Beberapa jam sebelum konser, Dion juga menyapa penggemar yang menunggu di luar hotel tempatnya menginap, tak jauh dari Arc de Triomphe.

Paris turut menyambut comeback Dion dengan sejumlah acara yang digelar selama beberapa hari, mulai dari kompetisi kostum, pesta karaoke hingga pelayaran penghormatan di Sungai Seine.

Stasiun kereta komuter yang melayani arena konser bahkan untuk sementara berganti nama menjadi "Celine".

Dion dijadwalkan menggelar 26 konser dalam rangkaian turnya. Sebanyak 16 pertunjukan pada September dan Oktober telah terjual habis, sementara 10 konser lainnya dijadwalkan berlangsung pada Mei.

Kembalinya Dion ke panggung konser tunggal terjadi setelah ia sempat muncul dalam upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024.

Saat itu, Dion tampil di Menara Eiffel membawakan Hymne à l'amour karya Edith Piaf.

Sepanjang sekitar empat dekade kariernya, Dion telah menjual sekitar 260 juta album berbahasa Inggris dan Prancis. Sejumlah lagu terkenalnya antara lain It's All Coming Back to Me Now dan Because You Loved Me.

Dion mengungkap diagnosis Stiff Person Syndrome pada akhir 2022. Kondisi autoimun tersebut dapat menyebabkan kekakuan otot parah dan kejang yang menyakitkan.

Dion pernah menggambarkan penyakit itu membuat dirinya merasa seperti dicekik. Kejang yang dialaminya juga disebut pernah begitu parah hingga menyebabkan tulang rusuknya patah.

Untuk kembali ke panggung, Dion mengatakan menjalani latihan selama bertahun-tahun seperti seorang atlet.

Ia menjalani latihan balet dan pilates beberapa kali dalam sepekan serta terapi suara sebelum akhirnya kembali menggelar konser penuh.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK