Sarwendah dan Pengacara Ruben Perang Terbuka di Tengah Isu Hak Asuh
CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2026 19:57 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sarwendah dan Minola Sebayang, pengacara Ruben Onsu, perang terbuka di media sosial terkait penyebaran opini di tengah isu hak asuh anak. (Tangkapan layar instagram @sarwendah29)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sarwendah memberikan surat terbuka kepada Minola Sebayang yang merupakan kuasa hukum Ruben Onsu. Dalam unggahan baru di media sosial, ia berapi-api merespons sejumlah narasi yang dikembangkan pengacara mantan suaminya tersebut.
Ia menilai Minola kerap menyebarkan narasi-narasi baru, bahkan keliru, di tengah perebutan hak asuh anak yang dipersoalkan Ruben Onsu.
"Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar," kata Sarwendah dalam video yang diunggah pada Rabu (16/9).
"Jadi, Pak Minola, masalahnya kan mau ketemu anak-anak. Dari awal, saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak."
Sarwendah kemudian mulai menguliti narasi-narasi yang dikembangkan Minola, terutama soal hak asuh anak. Salah satunya adalah tudingan dirinya mempersulit Ruben untuk bertemu anak-anak mereka.
"Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya. Di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya. Tapi, saya malah dinarasikan mendoktrin dan memengaruhi anak-anak," beber Sarwendah.
"Silakan, kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten buat langsung ketemu anak-anak, ngobrol sama anak-anak. Biar kalian juga tahu, apakah saya pernah memengaruhi anak-anak atau tidak."
Ia juga menyoroti mengenai langkah kubu Ruben Onsu menyebarkan video dirinya sedang marah-marah, tapi tidak menyertakan konteks yang sesungguhnya.
Ketika pihaknya melawan dengan memberikan bukti terkait video tersebut, kata Sarwendah, Minola malah menyebarkan narasi baru yang sama sekali tidak berkaitan. Pengacara itu juga disebut tidak memberikan klarifikasi.
Secara khusus, Sarwendah turut menyinggung soal tes kesehatan yang kedua belah pihak soroti dalam merebutkan hak asuh anak-anak mereka.
Mantan member Cherrybelle ini dengan tegas menyatakan bisa langsung memberikan bukti hasil tes kesehatannya, tapi tidak dengan kubu Ruben Onsu.
"Saya pun sudah melakukan hasil tes kesehatan sesuai dengan permintaan Pak Minola. Karena sebagai seorang ibu, saya memiliki kewajiban untuk memastikan kesehatan dan keamanan anak-anak saya," ucapnya.
"Kalau memang itu bukan persoalan, kenapa permintaan itu terus dihindari?"
Oleh sebab itu, Sarwendah kini memperingatkan Minola untuk benar-benar fokus dan melakukan yang seharusnya dilakukan terkait hak asuh anak yang kini sedang berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut.
Ia juga menegaskan membuka ruang untuk menyelesaikan seluruh polemik tersebut secara langsung, tanpa harus melibatkan media.
"Kalau Anda seyakin itu, menang di pengadilan, tidak perlu Anda framing saya dengan narasi yang tidak benar. Cukup kasih bukti di pengadilan. Karena apa yang Anda lakukan sekarang bukan hanya berdampak kepada saya, tapi juga kepada anak-anak saya," ujar Sarwendah.
"Seharusnya Anda bisa menyelesaikan secara sederhana. Pertemukan ayahnya dengan anak-anaknya. Jangan buat narasi yang tidak benar, yang tidak pernah akan ada ujungnya."
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Sarwendah untuk mengutip unggahan tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Sementara itu, Minola Sebayang dalam unggahan pada hari yang sama juga buka suara merespons tuduhan dirinya menggiring opini publik terkait permasalahan yang sedang dihadapi kliennya, Ruben Onsu.
Dalam video di Instagram, Minola menyatakan semua hal yang ia ucapkan dalam memperjuangkan hak-hak kliennya merupakan kebenaran.
"Di sini tidak ada opini siapa pun yang coba digiring dan coba dibentuk karena memang sudah tidak bisa lagi menggiring opini. Apa punyang saya sampaikan itu hanya untuk menyampaikan kebenaran," kata Minola Sebayang.
"Perkara Ruben Onsu ini dari awal sudah menjadi perhatian publik dan sudah menjadi menjadi atensi dari banyak pihak, sehingga apapun yang terjadi di kasus Ruben Onsu ini menimbulkan keingintahuan publik."
Minola Sebayang pun meyakini pernyataan-pernyataannya selama ini tidak memengaruhi pandangan yang memang sudah terbagi dua menjadi dua kubu dan dipilih netizen sejak awal.
Ia juga dengan tegas membantah anggapan responsnya selama ini menunjukkan ketakutan kalah di ranah hukum.
"Apalagi dikatakan karena saya sudah kehabisan cara dan sudah takut ya saya mau katakan tidak ada ketakutan apapun bagi saya seorang advokat dalam memperjuangkan klien saya, argumentasi hukum saya cukup banyak ya mengenai masalah apa yang menjadi putusan pengadilan itu kembali kami serahkan kepada majelis hakim yang memutus perkara ini," ia menegaskan.
"Oleh karena itu, saya juga mohon maaf jika mungkin ada yang tersakiti dengan apa yang saya sampaikan, kebenaran yang saya sampaikan tidak ada maksud dan tujuan lain selain ingin menyampaikan kebenaran yang memang diharapkan oleh banyak pihak yang memberikan perhatian atas perkara Ruben Onsu ini."
Permasalahan ini sesungguhnya dimulai dari Ruben Onsu yang merasa sulit untuk bertemu anak-anak setelah resmi bercerai dari Sarwendah sejak 24 September 2024. Ruben kemudian ajukan gugatan hak asuh anak ke PN Jakarta Selatan 1 Juli.
Namun, permasalahan tersebut melebar ke banyak aspek, terutama setelah mediasi gagal.
Kegagalan mencapai titik temu terkait hak asuh dan akses pertemuan dengan anak-anak mereka dipicu sejumlah persoalan, mulai dari urusan finansial hingga kesehatan yang disoroti masing-masing pihak.
Terkait rumor mengenai kondisi kesehatan Ruben, Minola sebelumnya merespons dokumen pemeriksaan kesehatan yang beredar. Saat ditanya mengenai perbedaan tanggal lahir dalam dokumen tersebut, ia menegaskan hanya menunjukkan dokumen yang diberikan Ruben kepadanya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sarwendah memberikan surat terbuka kepada Minola Sebayang yang merupakan kuasa hukum Ruben Onsu. Dalam unggahan baru di media sosial, ia berapi-api merespons sejumlah narasi yang dikembangkan pengacara mantan suaminya tersebut.
Ia menilai Minola kerap menyebarkan narasi-narasi baru, bahkan keliru, di tengah perebutan hak asuh anak yang dipersoalkan Ruben Onsu.
"Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar," kata Sarwendah dalam video yang diunggah pada Rabu (16/9).
"Jadi, Pak Minola, masalahnya kan mau ketemu anak-anak. Dari awal, saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak."
Sarwendah kemudian mulai menguliti narasi-narasi yang dikembangkan Minola, terutama soal hak asuh anak. Salah satunya adalah tudingan dirinya mempersulit Ruben untuk bertemu anak-anak mereka.
"Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya. Di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya. Tapi, saya malah dinarasikan mendoktrin dan memengaruhi anak-anak," beber Sarwendah.
"Silakan, kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten buat langsung ketemu anak-anak, ngobrol sama anak-anak. Biar kalian juga tahu, apakah saya pernah memengaruhi anak-anak atau tidak."
Ia juga menyoroti mengenai langkah kubu Ruben Onsu menyebarkan video dirinya sedang marah-marah, tapi tidak menyertakan konteks yang sesungguhnya.
Ketika pihaknya melawan dengan memberikan bukti terkait video tersebut, kata Sarwendah, Minola malah menyebarkan narasi baru yang sama sekali tidak berkaitan. Pengacara itu juga disebut tidak memberikan klarifikasi.
Secara khusus, Sarwendah turut menyinggung soal tes kesehatan yang kedua belah pihak soroti dalam merebutkan hak asuh anak-anak mereka.
Mantan member Cherrybelle ini dengan tegas menyatakan bisa langsung memberikan bukti hasil tes kesehatannya, tapi tidak dengan kubu Ruben Onsu.
"Saya pun sudah melakukan hasil tes kesehatan sesuai dengan permintaan Pak Minola. Karena sebagai seorang ibu, saya memiliki kewajiban untuk memastikan kesehatan dan keamanan anak-anak saya," ucapnya.
"Kalau memang itu bukan persoalan, kenapa permintaan itu terus dihindari?"
Oleh sebab itu, Sarwendah kini memperingatkan Minola untuk benar-benar fokus dan melakukan yang seharusnya dilakukan terkait hak asuh anak yang kini sedang berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut.
Ia juga menegaskan membuka ruang untuk menyelesaikan seluruh polemik tersebut secara langsung, tanpa harus melibatkan media.
"Kalau Anda seyakin itu, menang di pengadilan, tidak perlu Anda framing saya dengan narasi yang tidak benar. Cukup kasih bukti di pengadilan. Karena apa yang Anda lakukan sekarang bukan hanya berdampak kepada saya, tapi juga kepada anak-anak saya," ujar Sarwendah.
"Seharusnya Anda bisa menyelesaikan secara sederhana. Pertemukan ayahnya dengan anak-anaknya. Jangan buat narasi yang tidak benar, yang tidak pernah akan ada ujungnya."
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Sarwendah untuk mengutip unggahan tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Pengacara Ruben Bantah Giring Opini Publik
Sarwendah dan Minola Sebayang, pengacara Ruben Onsu, perang terbuka di media sosial terkait penyebaran opini di tengah isu hak asuh anak. (CNN Indonesia/Vandeniar Kennindya)
Sementara itu, Minola Sebayang dalam unggahan pada hari yang sama juga buka suara merespons tuduhan dirinya menggiring opini publik terkait permasalahan yang sedang dihadapi kliennya, Ruben Onsu.
Dalam video di Instagram, Minola menyatakan semua hal yang ia ucapkan dalam memperjuangkan hak-hak kliennya merupakan kebenaran.
"Di sini tidak ada opini siapa pun yang coba digiring dan coba dibentuk karena memang sudah tidak bisa lagi menggiring opini. Apa punyang saya sampaikan itu hanya untuk menyampaikan kebenaran," kata Minola Sebayang.
"Perkara Ruben Onsu ini dari awal sudah menjadi perhatian publik dan sudah menjadi menjadi atensi dari banyak pihak, sehingga apapun yang terjadi di kasus Ruben Onsu ini menimbulkan keingintahuan publik."
Minola Sebayang pun meyakini pernyataan-pernyataannya selama ini tidak memengaruhi pandangan yang memang sudah terbagi dua menjadi dua kubu dan dipilih netizen sejak awal.
Ia juga dengan tegas membantah anggapan responsnya selama ini menunjukkan ketakutan kalah di ranah hukum.
"Apalagi dikatakan karena saya sudah kehabisan cara dan sudah takut ya saya mau katakan tidak ada ketakutan apapun bagi saya seorang advokat dalam memperjuangkan klien saya, argumentasi hukum saya cukup banyak ya mengenai masalah apa yang menjadi putusan pengadilan itu kembali kami serahkan kepada majelis hakim yang memutus perkara ini," ia menegaskan.
"Oleh karena itu, saya juga mohon maaf jika mungkin ada yang tersakiti dengan apa yang saya sampaikan, kebenaran yang saya sampaikan tidak ada maksud dan tujuan lain selain ingin menyampaikan kebenaran yang memang diharapkan oleh banyak pihak yang memberikan perhatian atas perkara Ruben Onsu ini."
Permasalahan ini sesungguhnya dimulai dari Ruben Onsu yang merasa sulit untuk bertemu anak-anak setelah resmi bercerai dari Sarwendah sejak 24 September 2024. Ruben kemudian ajukan gugatan hak asuh anak ke PN Jakarta Selatan 1 Juli.
Namun, permasalahan tersebut melebar ke banyak aspek, terutama setelah mediasi gagal.
Kegagalan mencapai titik temu terkait hak asuh dan akses pertemuan dengan anak-anak mereka dipicu sejumlah persoalan, mulai dari urusan finansial hingga kesehatan yang disoroti masing-masing pihak.
Terkait rumor mengenai kondisi kesehatan Ruben, Minola sebelumnya merespons dokumen pemeriksaan kesehatan yang beredar. Saat ditanya mengenai perbedaan tanggal lahir dalam dokumen tersebut, ia menegaskan hanya menunjukkan dokumen yang diberikan Ruben kepadanya.