Hannah Einbinder Buka Suara usai Ditangkap kala Demo Tolak Netanyahu

CNN Indonesia
Jumat, 25 Sep 2026 13:00 WIB
HOLLYWOOD, CALIFORNIA - AUGUST 16: Hannah Einbinder attends HBO Max's Emmy Nominee Celebration at NYA WEST on August 16, 2026 in Hollywood, California.   Kevin Winter/Getty Images/AFP (Photo by KEVIN WINTER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images
Bintang serial Hacks, Hannah Einbinder, buka suara setelah ditangkap kepolisian saat demo menolak kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Getty Images via AFP/KEVIN WINTER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bintang serial Hacks, Hannah Einbinder, buka suara setelah ditangkap kepolisian saat melakukan protes terhadap kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Einbinder bersama sejumlah aktris lainnya, Sarah Sherman, Susan Sarandon, bersama sekitar 100 orang lainnya ditangkap terkait dengan demonstrasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan di Instagram, Jumat (25/9), Einbinder menulis meminta pengikutnya berfokus pada "perang genosida yang menghancurkan yang dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina dan Lebanon Selatan" serta tidak "keliru menganggap tontonan tersebut sebagai inti ceritanya."

"Jika foto-foto saat saya dan teman-teman ditangkap dalam aksi protes menentang kunjungan memalukan Netanyahu ke New York ini berhasil menarik perhatian pada sesuatu, biarlah hal itu tertuju pada perang genosida yang menghancurkan yang dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina dan Lebanon Selatan," tulisnya.

"Pada serangan pemukim, penghancuran rumah, pengeboman terhadap warga saat mereka sedang tidur; pada kejahatan-kejahatan yang terjadi setiap hari namun hampir tidak mendapat sorotan pers internasional," lanjutnya.

"Pemerintah AS memiliki kekuatan untuk mengakhiri segala pembunuhan, penjarahan, dan perampasan tanah ini, namun mereka justru memilih untuk menyambut sang algojo Gaza dengan tangan terbuka," tulis Einbinder.

"Fakta bahwa dalang di balik pertumpahan darah ini bebas berkeliaran di kota-kota kita merupakan tuduhan keras terhadap BAIK PARTAI REPUBLIK MAUPUN DEMOKRAT yang membiarkan dan melindungi arsitek genosida seperti Netanyahu. Jangan sampai kita keliru menganggap tontonan tersebut sebagai inti ceritanya: genosida adalah berita utamanya, dan sudah saatnya hal itu berakhir."

NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 24: Sarah Sherman, Hannah Einbinder and protesters against Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu and his war in Gaza block a street next to the United Nations (U.N.) on September 24, 2026, in New York City. Netanyahu is expected to deliver an address at the U.N. today for the annual U.N. General Assembly meeting. Numerous protests against the Israeli leader are planned throughout Manhattan.   Spencer Platt/Getty Images/AFP (Photo by SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)AFP dan The Guardian memberitakan para pengunjuk rasa sempat memblokir persimpangan jalan dekat markas PBB sembari membentangkan spanduk bertuliskan "Stop Arming Israel" dan "End the Genocide."  (Photo by SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP) Foto: Getty Images via AFP/SPENCER PLATT

Penangkapan terhadap bintang Sarandon dan Einbinder terjadi pada Kamis (24/9) waktu setempat ketika jajaran kepolisian bergerak membubarkan paksa massa aksi yang diorganisir kelompok Jewish Voice for Peace.

AFP dan The Guardian memberitakan para pengunjuk rasa sempat memblokir persimpangan jalan dekat markas PBB sembari membentangkan spanduk bertuliskan "Stop Arming Israel" dan "End the Genocide."

Juru bicara NYPD mengonfirmasi bahwa penindakan tegas diambil setelah imbauan untuk membubarkan diri tidak diindahkan massa.

Aksi penangkapan di luar gedung PBB tersebut bertepatan dengan aksi walk out puluhan diplomat dunia dari ruang sidang utama saat Netanyahu naik ke podium.

Dalam pidatonya, Netanyahu melontarkan kecaman keras terhadap negara-negara yang berbalik arah mendukung pengakuan negara Palestina, termasuk Inggris dan Prancis.

"Mereka menuduh Israel, Israel yang kecil ini, melakukan kolonialisme. Dan siapa yang menuduh kami? Di antara mereka adalah orang-orang di Inggris dan Prancis. Demi Tuhan, mereka sendiri yang menciptakan istilah itu," tutur Netanyahu di hadapan majelis.

(end)
placeholder