Nama Resmi Gabungan Paramount dan Warner Bros: Skydance

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Okt 2026 07:16 WIB
Merger Paramount dengan Warner Bros. Discovery yang akan segera terwujud kini sudah memiliki nama. (dok. Skydance Corporation via X @ellisonskydance )
Jakarta, CNN Indonesia --

Merger Paramount dengan Warner Bros. Discovery (WBD) yang akan segera terwujud kini sudah memiliki nama. Nama tersebut adalah "Skydance" dan pembentukannya akan sepenuhnya rampung pada 6 Oktober 2026.

Hal itu diungkap oleh Chairman dan CEO Skydance, David Ellison. Nama itu sendiri adalah nama perusahaan produksi film asli milik Ellison, Skydance Media.

Kini, Skydance akan menjadi wadah yang menampung seluruh aset gabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery usai merger senilai US$111 miliar tersebut.

Merger itu menyatukan dua studio film terbesar Hollywood, layanan streaming HBO Max dan Paramount+, serta berbagai bisnis televisi termasuk CBS, CNN, MTV, TBS, Comedy Central, Food Network, dan lainnya.

Bukan hanya itu, Skydance kini menjadi rumah baru bagi intellectual property seperti Harry Potter, Lord of the Rings, Game of Thrones, dan tayangan unggulan HBO lainnya, DC Universe, Yellowstone, Mission: Impossible, Top Gun, serta kerajaan hiburan anak-anak Nickelodeon.

Skydance akan dipimpin oleh Chairman dan CEO David Ellison serta Co-CEO Ynon Kreiz. Kreiz adalah mantan pimpinan Mattel dan akan bergabung dengan perusahaan itu pada 5 Oktober.

Seperti diberitakan Variety pada Jumat (2/10), perusahaan itu berencana memindahkan pencatatan Saham Biasa Kelas B miliknya dari Nasdaq ke New York Stock Exchange (NYSE), di mana perdagangan saham tersebut akan dimulai pada 6 Oktober.

Perusahaan juga berniat mengubah simbol ticker saham dari "PSKY" menjadi "SKYD," serta mengubah akta pendirian perusahaan untuk mengganti nama resmi menjadi "Skydance Corporation."

"Paramount dan Warner Bros. telah membentuk budaya selama lebih dari satu abad," tulis Ellison dalam unggahan di X pada Jumat (2/10) malam, saat mengumumkan nama Skydance.

"Dengan menggabungkan keduanya, kami tidak sedang menulis ulang sejarah-kami justru melengkapi studio-studio ikonis ini dengan mesin penggerak yang lebih tangguh. Bersama-sama, kami adalah Skydance: wadah yang mengutamakan kreativitas bagi penuturan cerita yang berani dan berkualitas."

"Kami memilih nama ini karena beberapa alasan penting. Pertama dan terutama, saat kami menyatukan Paramount dan Warner Bros., kami ingin mempertahankan hal-hal yang menjadikan kedua studio ini ikonis," kata Ellison.

Menurut Ellison, kedua studio tersebut memiliki identitas yang khas, warisan luar biasa, dan merek yang sudah menjadi kecintaan penonton bergenerasi. Ia mengatakan tidak ingin identitas baru justru mengurangi, mengubah, atau membayangi salah satunya.

"Sebaliknya, kami menginginkan nama yang memberikan identitas tersendiri bagi perusahaan gabungan ini, namun tetap membiarkan Paramount dan Warner Bros.-serta semua merek kami yang luar biasa-untuk terus menjadi sorotan."

"Kami memiliki tujuan besar bagi Skydance, dan kami berniat mewujudkannya dengan semangat, imajinasi, serta keberanian untuk mengambil risiko yang diperhitungkan," tulis Ellison.

"Pada saat yang sama, kami akan menghargai keistimewaan Paramount dan Warner Bros.-memberikan kesempatan bagi kedua studio untuk berkembang, menghadirkan lebih banyak kisah hebat, dan menjangkau audiens yang lebih luas di seluruh dunia, dengan dukungan skala serta kapabilitas Skydance. Saya sangat antusias menyambut apa yang akan kita bangun bersama."

David Ellison akhirnya berhasil mewujudkan merger Paramount dan Warner Bros. Discovery setelah menghadapi berbagai tantangan dan protes dari berbagai pihak.

Tantangan itu dimulai dari mengungguli penawaran Netflix yang berniat hanya membeli studio dan streaming milik Warner Bros., menyelesaikan gugatan antimonopoli dari 12 negara bagian Amerika Serikat.

Namun dengan penggabungan ini, Skydance akan menanggung beban utang yang sangat besar yang diproyeksikan melebihi US$80 miliar atau setara dengan Rp1.434 triliun (US$1=Rp17.931).

Utang yang setara 35 persen APBN RI 2027 tersebut berasal dari aksi merger dan akuisisi (M&A) sebelumnya yang dilakukan oleh Paramount dan WBD, serta melakukan pendanaan utang baru.

Paramount ini berencana menerbitkan obligasi senilai sekitar US$42,4 miliar serta mengambil pinjaman baru sebesar US$8,5 miliar dan €850 juta untuk membantu mendanai kesepakatan Warner Bros. dan melunasi utang yang ada.

(end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK