Sutradara Digger, Alejandro González Iñárritu, menyadari filmnya tersebut akan tidak disukai sebagian orang. Ia juga merasa filmnya itu tidak sempurna.
Hal itu disampaikan sutradara peraih Oscar tersebut menanggapi penilaian rendah dari kritikus atas Digger, setelah film itu gagal menarik penonton datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lebih memilih hal itu daripada sambutan yang biasa-biasa saja," ujar sang sineas kepada The New York Times seperti diberitakan Entertainment Weekly pada Senin (5/10).
"Film ini tidak sempurna. Saya suka mengambil risiko," katanya. "Menurut saya, ini jelas film yang tidak biasa. Ini film yang memancing pemikiran."
"Bagi saya, itulah peran sebuah film-mari kita mulai percakapan. Selera pribadi saya adalah film-film yang mencoba menyampaikan sesuatu dengan cara yang berbeda."
"Ada orang-orang yang menginginkan kepastian lebih dalam penceritaan, dan itu pun tidak masalah," katanya. "Film ini bukan seperti es krim. Jadi, ya, sejujurnya kami sudah menduga hal itu."
Digger sendiri mendapatkan nilai 51 persen dari kritikus di laman Rotten Tomatoes. Namun, skor penonton di situs itu lebih baik, 71 persen penonton non-kritikus memberikan penilaian positif.
Hal serupa terjadi di Metacritics. Film ini mendapatkan skor 46/100 dari kritikus, tetapi meraih skor 66/100 dari pengguna.
"Film ini adalah film bencana, tetapi bencananya adalah kita sendiri. Dunia ini begitu indah dan luar biasa. Ada begitu banyak sumber daya, dan keseimbangan ekosistemnya sungguh sangat indah," kata Iñárritu.
"Jika kita bisa berkumpul di ruangan yang sama, dalam realitas yang sama, dan memahami posisi kita dalam narasi ini, menurut saya itu memberikan harapan."
Meski begitu, Nama besar Tom Cruise dan Alejandro González Iñárritu tak bisa menyelamatkan film terbaru mereka, Digger, dari bencana box office. Film itu terancam rugi triliunan rupiah padahal baru tayang 1 Oktober 2026.
Film yang diproduksi dengan bujet jumbo US$160-180 juta atau setara dengan Rp2,8-3,2 triliun (US$1=Rp17.937) itu hanya mampu mendapatkan US$8 juta atau Rp143 miliar di pekan pembukaan di Amerika Utara.
Di pasar internasional, menurut data Box Office Mojo yang diakses Senin (5/10), film ini mendulang hanya US$12 juta dan menggenapi perolehan globalnya menjadi US$20 juta, atau cuma sekitar 12 persen dari bujet produksinya.
Padahal dengan nama besar Tom Cruise dan Alejandro González Iñárritu setidaknya dapat mendorong pendapatan awal ke angka US$18 juta hingga US$20 juta.
Dengan kondisi seperti ini, Digger dipastikan akan merugi setidaknya US$150-200 juta atau Rp2,6-3,5 triliun (US$1=Rp17.937) dari penayangan bioskop.
(end)
