Sarwendah Klaim Anak Ingin Bertemu Ruben Onsu dengan Formasi Lengkap
Sarwendah mengklaim kedua putrinya ingin berkumpul bersama dengan kedua orang tua mereka dalam formasi lengkap saat bertemu dengan sang ayah, Ruben Onsu.
Hal itu disampaikan Sarwendah dalam Podcast Reyben Entertainment yang tayang pada Minggu (4/10). Dalam tayangan tersebut, Sarwendah tengah menceritakan upayanya membujuk anak-anak untuk bertemu dengan sang ayah.
"Jadi ya kalau mau usaha kalau emang mau ketemu tolong usaha juga gitu loh. Jangan semuanya cuma dilimpahin ke aku, disalahin ke aku. Kamu ada usahanya enggak?" ujarnya.
"Aku sampai bilang yuk anak-anak mau kita jalan-jalan berempat aku, ayahnya Cici sama Nia. Yuk kita sebagai orang dewasa turunkan ego masing-masing. Yuk kita jalan-jalan. Dia pun tidak mau gitu loh," sambungnya.
"Jadi apa yang anak-anak kehendaki. Anak-anak kan juga punya kehendak. Anak-anak juga punya keinginan, anak-anak juga punya perasaan, punya pikiran. Jadi kita juga sebagai orang dewasa tidak boleh egois," beber Sarwendah.
Karena itu, Sarwendah mengatakan Ruben seharusnya turut berusaha untuk bertemu dengan anak-anak mereka.
"Jadi anak-anak tuh penginnya formasi lengkap gitu ya serta dengan ayah bundanya?" tanya pembawa acara. "Benar begitu," jawab Sarwendah.
Sebelum menceritakan upaya membujuk anak-anak, dalam podcast tersebut, Sarwendah turut mengiyakan pernyataan bahwa kedua putrinya "ogah-ogahan" bertemu dengan Ruben.
Namun, di tengah upayanya, ia mengaku malah mendapat teguran dari psikoloh anak-anaknya agar tidak memaksa mereka. Menurut Sarwendah, kedua putrinya justru merasa seperti terusir ketika terus dibujuk untuk bertemu ayahnya.
"Jadi aku selalu bilang, 'Ayo dong anak-anak tolong dong,' gitu maksudnya ketemu lah gitu. Bunda enggak pernah sama sekali yang namanya menghalangi tidak," ujar Sarwendah.
"Dan aku ditegur sama psikolog anak-anak karena kenapa, Bu? Tolong jangan terlalu paksa anak-anak. Kenapa? Karena anak-anak merasa kayak ibu ngusir mereka jadinya begitu," lanjutnya.
"Jadi aku langsung kayak sebagai seorang ibu aku langsung terpukul begitu kayak aku enggak pernah ngusir anak-anak aku dan aku sayang banget sama mereka gitu," sambungnya.
Di sisi lain, kubu Ruben Onsu menagih bukti omongan Sarwendah yang menyebut anak-anak mereka enggan bertemu dengan sang ayah.
Menurut pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, pernyataan Sarwendah perlu diuji kebenarannya. Bukan hanya dengan psikolog pilihan Sarwendah, tetapi oleh psikolog yang independen.
"Kalau memang penolakan itu benar, ya tentu harus diuji. Ada psikolognya bilang katanya ini. Psikolognya siapa, buktinya mana?" kata Minola Sebayang seperti diberitakan detikHot pada Rabu (7/10).
"Psikolog itu kan yang dia tunjuk sendiri. Seharusnya ada psikolog independen yang dilibatkan supaya penilaiannya objektif," tuturnya.
Minola Sebayang menyoroti kredibilitas dan objektivitas psikolog yang menangani anak-anak Sarwendah. Ia mendesak agar pemeriksaan kondisi psikis anak dilakukan oleh pihak ketiga yang netral.
"Psikolog itu kan yang dia tunjuk sendiri. Seharusnya ada psikolog independen yang dilibatkan supaya penilaiannya objektif," tuturnya.
Di sisi lain, Minola menyebut Ruben terpukul dengan sikap anak-anaknya yang disebut enggan bertemu dengannya. Ia menilai perubahan sikap tersebut tidak terlepas dari doktrin dan sikap orang-orang dewasa di sekitar anak-anak Ruben.
"Bagaimanalah reaksi seorang ayah ketika mantan istrinya bilang bahwa anak-anak takut dan enggan bertemu. Kalau sampai muncul kondisi semacam itu, kesalahannya jelas ada pada orang dewasa di lingkungan anak-anak itu," ujar Minola Sebayang.
"Orang di sekitarnya seharusnya tetap memberikan gambaran yang positif tentang figur sang ayah. Seorang anak wajib bangga kepada ayahnya dan juga ibunya," pungkasnya.
(van/end)