Usai Pemeriksaan 9 Jam, Betrand Peto Bantah Tudingan Kekerasan Seksual

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 14:30 WIB
Betrand Peto dicecar 55 pertanyaan oleh penyidik terkait peristiwa diduga TPKS yang terjadi di sebuah tempat hiburan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. (Tangkapan layar instagram @betrandpetoputraonsu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anak Ruben Onsu, Betrand Peto Putra Onsu menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10). Penyanyi itu mulai diperiksa sekitar pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB.

Didampingi kuasa hukumnya, Timothy Ezra, Betrand dicecar 55 pertanyaan oleh penyidik terkait peristiwa diduga TPKS yang terjadi di sebuah tempat hiburan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Pemeriksaan tersebut menelusuri aktivitas Betrand di lokasi kejadian, sejak pertama kali tiba hingga waktu subuh. Pria yang akrab disapa Onyo itu turut membantah seluruh tudingan TPKS yang dilaporkan seorang perempuan berinisial ANW.

"Intinya bagaimana Onyo sampai di situ, kenapa ke TKP, terus dan apa aja yang dilakukan dari sebelum, saat, dan sesudah sampai jam 05.00 subuh. Itulah pertanyaan-pertanyaannya," ujar Timothy Ezra seperti diberitakan detikHot Jumat (9/10).

"Siapa-siapa orangnya, saksi faktanya siapa aja, saksi yang meringankan siapa aja, perbuatan apa yang dilakukan dan tidak dilakukan. Jadi semuanya kita bantah. Lalu ada juga yang kita oke-kan, ada yang enggak," sambungnya.

"Contohnya siapa yang mengajak, perjanjian, bagaimana awal persetujuannya bersama-sama kah atau sendiri-sendiri. Jadi benar katanya ini semuanya awalnya happy, begitu dan tidak ada yang saling memberatkan," terang Timothy Ezra.

Terkait status hukum Betrand Peto saat ini, pihak kuasa hukum menegaskan proses perkara masih berada pada tahap klarifikasi penyelidikan. Polisi juga masih mendalami bukti medis dan forensik dari pihak pelapor sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Jadi statusnya ini berita acara klarifikasi. Jadi belum naik ke mana-mana. Jadi ini masih bergulir, masih ada analisa rekam medik dari si pelapor, dan juga psikologis forensik juga begitu pelapor, dan lain sebagainya. Visum juga. Jadi kita juga masih menunggu," ujar Timothy Ezra.

Timothy Ezra juga mengklaim keterangan saksi-saksi lain dalam perkara tersebut juga tidak ada yang memberatkan posisi Betrand terkait dugaan TPKS yang ditudingkan kepadanya.

"Dari teman-temannya, dari Yusuf juga, dan lain sebagainya, enggak ada yang memberatkan seperti itu. Jadi dari Onyo sendiri juga menyampaikan apa adanya," ujarnya.

Setelah menjalani sembilan jam pemeriksaan, Betrand Peto hanya mengatakan dirinya memohon doa agar permasalahan hukum yang menyeret namanya dapat segera menemukan titik terang.

"Doain aja semoga semuanya berjalan dengan lancar dan juga hasilnya baik-baik aja semuanya," ujar Betrand.

Betrand Peto diketahui dilaporkan terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) oleh seorang wanita berinisial AW ke Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9). Dugaan TPKS itu disebut terjadi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

AW selaku pelapor telah dimintai keterangan oleh penyidik Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya pada Senin (14/9). Total ada 23 pertanyaan yang diberikan penyidik dalam pemeriksaan itu.

Betrand sebelumnya membantah tudingan terkait pelecehan seksual tersebut. Dalam konferensi pers pada Senin (14/9), anak angkat Ruben Onsu itu menyebut bahwa kabar yang beredar di media sosial tidak mencerminkan fakta di lapangan.

"Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang," kata Betrand. "Untuk permasalahan yang dia bilang aku tuh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali."

Betrand pun menyebut dirinya berjanji untuk kooperatif menghadapi gugatan hukum yang dilayangkan kepada dirinya. Ia juga memastikan tidak akan menutupi, atau pun memanipulasi apa yang sebenarnya terjadi.

(end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK