Russell Brand Disebut Predator Seksual di Sidang Dugaan Pemerkosaan
CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 09:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Dalam sidang, jaksa sebut Russell Brand sebagai predator seksual yang bertingkah bak anak-anak demi mendapatkan keinginannya. (Theo Wargo/NBC/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktor sekaligus komedian Inggris, Russell Brand, disebut sebagai predator seksual yang "kejam dan penuh perhitungan" dalam argumen pembuka sidang kasus dugaan pemerkosaan di Pengadilan Southwark Crown, London.
Pihak jaksa penuntut umum menyebut pria berusia 49 tahun itu memiliki nafsu seksual yang rakus, membabi buta, dan tak pandang bulu, seperti diberitakan Variety pada Rabu (14/10).
Saat ini, Brand menghadapi tiga dakwaan pemerkosaan, tiga dakwaan pelecehan seksual, serta satu dakwaan penyerangan tidak senonoh. Ia telah menyatakan tidak bersalah dan menepis seluruh tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
Russell Brand hadir untuk mengikuti persidangan dengan mengenakan setelan jas hitam, kemeja bergaris, dasi putih yang dilonggarkan, serta kacamata hitam. Ia masuk sembari menggenggam erat tangan sang istri, Laura Gallacher.
Saat dicegat awak media, sang komedian masih sempat melontarkan kalimat bernada optimis.
"Saya merasa terberkati. Tentu saja saya merasa khawatir, tetapi saya berharap proses ini akan membawa hasil yang baik bagi semua orang-itu doa saya," tuturnya.
Selama duduk di dalam ruang sidang, Brand tampak sibuk mengusap-usap batu kecil di tangannya.
Sidang yang dikawal juri beranggotakan delapan pria dan empat wanita ini mengupas kesaksian dari enam perempuan yang identitasnya dilindungi seumur hidup oleh hukum Inggris.
Jaksa Riel Karmy-Jones KC menegaskan bahwa keenam terduga korban ini tidak saling mengenal dan berani angkat bicara secara independen terkait insiden yang membentang antara tahun 1999 hingga 2009 tersebut.
Di hadapan juri, Karmy-Jones membeberkan taktik manipulatif Brand yang lihai mengatakan apa pun yang ingin didengar korbannya demi memuaskan berahi.
"Ia predator seksual, sosok yang gemar merayu dengan nafsu seksual luar biasa besar," kata Karmy-Jones dalam sidang.
Sang jaksa mendeskripsikan kelakuan Brand layaknya anak kecil yang egois dengan ia menuntut segala keinginannya harus selalu dituruti dan kerap bersikap acuh tak acuh setelah memaksakan kehendak.
Pihak penuntut juga mengutip kesaksian mantan teman Brand yang menyebut sang aktor pernah sesumbar ingin meniduri "5.000 perempuan" dalam hidupnya lengkap dengan sejumlah aturan untuk memuluskan obsesi tersebut.
Detail dugaan pemerkosaan oleh Russell Brand
Kasus pertama menimpa seorang perempuan berusia 20-an pada tahun 1999. Korban yang kala itu mengira Brand adalah seorang gay, mengundangnya ke kamar hotel untuk membuat teh usai bertemu di konferensi Partai Buruh.
Korban kemudian terkejut saat keluar dari kamar mandi dan melihat sang aktor sudah setengah telanjang, lalu melompat-lompat konyol di ruangan layaknya burung unta. Saat korban membeku kebingungan, Brand diduga kuat menarik pakaian dalamnya dan langsung memerkosanya.
Insiden kedua terjadi pada 2001 ketika seorang pegawai perempuan MTV diminta menunjukkan arah toilet. Brand secara agresif mencoba menarik korban untuk masuk bersamanya, tapi perempuan itu berhasil melawan dan melepaskan diri.
Lanjut ke sebelah...
Kejadian serupa berulang pada 2004 di sebuah pesta di kawasan Soho, saat korban ketiga mengaku payudaranya diremas secara tiba-tiba. Korban mengingat Brand memamerkan "seringai besar yang aneh" sebelum menyeretnya ke toilet untuk memerkosanya secara oral.
Tahun berikutnya, seorang perempuan di Capital Radio menjadi korban amukan nafsu Brand yang mendorongnya ke dinding dan menciumnya secara paksa. Ia meremas tubuh dan dada korban begitu keras hingga memicu rasa sakit.
Saat korban akhirnya sukses mendorong Brand menjauh, aktor tersebut malah tertawa terkekeh seolah insiden itu hanya lelucon belaka.
Tuduhan kelima yang terjadi pada 2009 mengungkap sisi yang lebih kelam. Bermula dari hubungan seks konsensual usai pertunjukan Brand di Hammersmith Apollo, situasi berubah jadi petaka ketika Brand diduga memerkosa korban secara anal tanpa kondom dan mengabaikan permintaan untuk berhenti.
Beberapa bulan setelah kejadian, Brand mengirim pesan singkat berbunyi, "Karena kamu kotor, dan aku ingin mendorongmu lebih jauh."
Korban lantas membalas bahwa Brand telah memperlakukannya seperti binatang, yang hanya dijawab singkat oleh sang aktor dengan kata "Maaf."
Sementara itu, korban keenam melaporkan pelecehan yang terjadi saat dirinya sedang bertugas pada 2009. Brand secara sepihak menuntut pijatan dan bertingkah menyebalkan saat ditolak.
Laporan korban ke pihak manajemen saat itu sempat diabaikan sebelum akhirnya diusut kembali oleh kepolisian.
Menanggapi rincian insiden-insiden ini, Brand hanya membekali dirinya dengan pernyataan tertulis seragam yang membantah keras aktivitas seksual non-konsensual dan menuding pengakuan para korban sebagai karangan imbas dari film dokumenter.
Karmy-Jones kemudian menutup argumen pembukanya dengan tegas.
"Enam perempuan, perempuan yang terpisah, dengan tuduhan yang berbeda. Saat Anda mendengar kesaksian mereka, saya tidak ragu bahwa Anda akan menemukan bukti-bukti mereka sangat meyakinkan," pungkasnya.
Persidangan maraton ini diproyeksikan berlangsung selama enam pekan, dengan kubu pembelaan Brand dijadwalkan menyajikan argumen tandingan mereka pada tahap selanjutnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktor sekaligus komedian Inggris, Russell Brand, disebut sebagai predator seksual yang "kejam dan penuh perhitungan" dalam argumen pembuka sidang kasus dugaan pemerkosaan di Pengadilan Southwark Crown, London.
Pihak jaksa penuntut umum menyebut pria berusia 49 tahun itu memiliki nafsu seksual yang rakus, membabi buta, dan tak pandang bulu, seperti diberitakan Variety pada Rabu (14/10).
Saat ini, Brand menghadapi tiga dakwaan pemerkosaan, tiga dakwaan pelecehan seksual, serta satu dakwaan penyerangan tidak senonoh. Ia telah menyatakan tidak bersalah dan menepis seluruh tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
Russell Brand hadir untuk mengikuti persidangan dengan mengenakan setelan jas hitam, kemeja bergaris, dasi putih yang dilonggarkan, serta kacamata hitam. Ia masuk sembari menggenggam erat tangan sang istri, Laura Gallacher.
Saat dicegat awak media, sang komedian masih sempat melontarkan kalimat bernada optimis.
"Saya merasa terberkati. Tentu saja saya merasa khawatir, tetapi saya berharap proses ini akan membawa hasil yang baik bagi semua orang-itu doa saya," tuturnya.
Selama duduk di dalam ruang sidang, Brand tampak sibuk mengusap-usap batu kecil di tangannya.
Sidang yang dikawal juri beranggotakan delapan pria dan empat wanita ini mengupas kesaksian dari enam perempuan yang identitasnya dilindungi seumur hidup oleh hukum Inggris.
Jaksa Riel Karmy-Jones KC menegaskan bahwa keenam terduga korban ini tidak saling mengenal dan berani angkat bicara secara independen terkait insiden yang membentang antara tahun 1999 hingga 2009 tersebut.
Di hadapan juri, Karmy-Jones membeberkan taktik manipulatif Brand yang lihai mengatakan apa pun yang ingin didengar korbannya demi memuaskan berahi.
"Ia predator seksual, sosok yang gemar merayu dengan nafsu seksual luar biasa besar," kata Karmy-Jones dalam sidang.
Sang jaksa mendeskripsikan kelakuan Brand layaknya anak kecil yang egois dengan ia menuntut segala keinginannya harus selalu dituruti dan kerap bersikap acuh tak acuh setelah memaksakan kehendak.
Pihak penuntut juga mengutip kesaksian mantan teman Brand yang menyebut sang aktor pernah sesumbar ingin meniduri "5.000 perempuan" dalam hidupnya lengkap dengan sejumlah aturan untuk memuluskan obsesi tersebut.
Detail dugaan pemerkosaan oleh Russell Brand
Kasus pertama menimpa seorang perempuan berusia 20-an pada tahun 1999. Korban yang kala itu mengira Brand adalah seorang gay, mengundangnya ke kamar hotel untuk membuat teh usai bertemu di konferensi Partai Buruh.
Korban kemudian terkejut saat keluar dari kamar mandi dan melihat sang aktor sudah setengah telanjang, lalu melompat-lompat konyol di ruangan layaknya burung unta. Saat korban membeku kebingungan, Brand diduga kuat menarik pakaian dalamnya dan langsung memerkosanya.
Insiden kedua terjadi pada 2001 ketika seorang pegawai perempuan MTV diminta menunjukkan arah toilet. Brand secara agresif mencoba menarik korban untuk masuk bersamanya, tapi perempuan itu berhasil melawan dan melepaskan diri.
Lanjut ke sebelah...
Detail Dugaan Pemerkosaan oleh Russell Brand
Dalam sidang, jaksa sebut Russell Brand sebagai predator seksual yang bertingkah bak anak-anak demi mendapatkan keinginannya. (Theo Wargo/NBC/Getty Images/AFP)
Kejadian serupa berulang pada 2004 di sebuah pesta di kawasan Soho, saat korban ketiga mengaku payudaranya diremas secara tiba-tiba. Korban mengingat Brand memamerkan "seringai besar yang aneh" sebelum menyeretnya ke toilet untuk memerkosanya secara oral.
Tahun berikutnya, seorang perempuan di Capital Radio menjadi korban amukan nafsu Brand yang mendorongnya ke dinding dan menciumnya secara paksa. Ia meremas tubuh dan dada korban begitu keras hingga memicu rasa sakit.
Saat korban akhirnya sukses mendorong Brand menjauh, aktor tersebut malah tertawa terkekeh seolah insiden itu hanya lelucon belaka.
Tuduhan kelima yang terjadi pada 2009 mengungkap sisi yang lebih kelam. Bermula dari hubungan seks konsensual usai pertunjukan Brand di Hammersmith Apollo, situasi berubah jadi petaka ketika Brand diduga memerkosa korban secara anal tanpa kondom dan mengabaikan permintaan untuk berhenti.
Beberapa bulan setelah kejadian, Brand mengirim pesan singkat berbunyi, "Karena kamu kotor, dan aku ingin mendorongmu lebih jauh."
Korban lantas membalas bahwa Brand telah memperlakukannya seperti binatang, yang hanya dijawab singkat oleh sang aktor dengan kata "Maaf."
Sementara itu, korban keenam melaporkan pelecehan yang terjadi saat dirinya sedang bertugas pada 2009. Brand secara sepihak menuntut pijatan dan bertingkah menyebalkan saat ditolak.
Laporan korban ke pihak manajemen saat itu sempat diabaikan sebelum akhirnya diusut kembali oleh kepolisian.
Menanggapi rincian insiden-insiden ini, Brand hanya membekali dirinya dengan pernyataan tertulis seragam yang membantah keras aktivitas seksual non-konsensual dan menuding pengakuan para korban sebagai karangan imbas dari film dokumenter.
Karmy-Jones kemudian menutup argumen pembukanya dengan tegas.
"Enam perempuan, perempuan yang terpisah, dengan tuduhan yang berbeda. Saat Anda mendengar kesaksian mereka, saya tidak ragu bahwa Anda akan menemukan bukti-bukti mereka sangat meyakinkan," pungkasnya.
Persidangan maraton ini diproyeksikan berlangsung selama enam pekan, dengan kubu pembelaan Brand dijadwalkan menyajikan argumen tandingan mereka pada tahap selanjutnya.