Russell Brand Disebut Predator Seksual di Sidang Dugaan Pemerkosaan

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 09:45 WIB
NEW YORK, NY - NOVEMBER 18: Russell Brand Visits "The Tonight Show Starring Jimmy Fallon" at Rockefeller Center on November 18, 2014 in New York City.   Theo Wargo/NBC/Getty Images for "The Tonight Show Starring Jimmy Fallon"/AFP
Dalam sidang, jaksa sebut Russell Brand sebagai predator seksual yang bertingkah bak anak-anak demi mendapatkan keinginannya. (Theo Wargo/NBC/Getty Images/AFP)

Kejadian serupa berulang pada 2004 di sebuah pesta di kawasan Soho, saat korban ketiga mengaku payudaranya diremas secara tiba-tiba. Korban mengingat Brand memamerkan "seringai besar yang aneh" sebelum menyeretnya ke toilet untuk memerkosanya secara oral.

Tahun berikutnya, seorang perempuan di Capital Radio menjadi korban amukan nafsu Brand yang mendorongnya ke dinding dan menciumnya secara paksa. Ia meremas tubuh dan dada korban begitu keras hingga memicu rasa sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat korban akhirnya sukses mendorong Brand menjauh, aktor tersebut malah tertawa terkekeh seolah insiden itu hanya lelucon belaka.

Tuduhan kelima yang terjadi pada 2009 mengungkap sisi yang lebih kelam. Bermula dari hubungan seks konsensual usai pertunjukan Brand di Hammersmith Apollo, situasi berubah jadi petaka ketika Brand diduga memerkosa korban secara anal tanpa kondom dan mengabaikan permintaan untuk berhenti.

Beberapa bulan setelah kejadian, Brand mengirim pesan singkat berbunyi, "Karena kamu kotor, dan aku ingin mendorongmu lebih jauh."

Korban lantas membalas bahwa Brand telah memperlakukannya seperti binatang, yang hanya dijawab singkat oleh sang aktor dengan kata "Maaf."

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, korban keenam melaporkan pelecehan yang terjadi saat dirinya sedang bertugas pada 2009. Brand secara sepihak menuntut pijatan dan bertingkah menyebalkan saat ditolak.

Laporan korban ke pihak manajemen saat itu sempat diabaikan sebelum akhirnya diusut kembali oleh kepolisian.

Menanggapi rincian insiden-insiden ini, Brand hanya membekali dirinya dengan pernyataan tertulis seragam yang membantah keras aktivitas seksual non-konsensual dan menuding pengakuan para korban sebagai karangan imbas dari film dokumenter.

Karmy-Jones kemudian menutup argumen pembukanya dengan tegas.

"Enam perempuan, perempuan yang terpisah, dengan tuduhan yang berbeda. Saat Anda mendengar kesaksian mereka, saya tidak ragu bahwa Anda akan menemukan bukti-bukti mereka sangat meyakinkan," pungkasnya.

Persidangan maraton ini diproyeksikan berlangsung selama enam pekan, dengan kubu pembelaan Brand dijadwalkan menyajikan argumen tandingan mereka pada tahap selanjutnya.

Jika Anda mengalami, melihat, mendengar, dan mengetahui tindak kekerasan atau pun pelecehan kepada perempuan dan anak, hubungi online SAPA 129 atau melalui WhatsApp 08111-129-129.
(chri)

HALAMAN:
1 2