Amaluddin Syarif, atau yang dikenal banyak orang sebagai "Mas Stafaband" yang fotonya menghiasi kover berbagai lagu MP3 pada awal milenium, meninggal dunia pada Kamis (15/10).
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh kantor tempat pria 46 tahun itu bekerja, yakni Service Operation TIF (PT Telkom Infrastruktur Indonesia) Area 4 Makassar, di media sosialnya pada Kamis (15/10).
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami keluarga besar Service Operation TIF Area 4 turut berduka cita atas wafatnya Amaluddin Syarif, Tim Fulfillment Servo TIF 4, Kamis 15 Oktober 2026. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," tulis mereka dalam akun @servo_tif4.
Selain itu, pihak kantor mendiang yang lahir pada 5 Juli 1980 tersebut juga mengumumkan informasi untuk sejawat mendiang yang ingin memberikan santunan duka.
Seperti diberitakan detikPop, foto Amaluddin sering terpasang di berbagai lagu MP3 yang beredar di internet sejak alih milenium.
Hingga pada Januari 2026, identitasnya terkuak sampai diwawancara dalam Pagi Pagi Ambyar Trans TV. Dari berbagai pengakuannya, Amaluddin mengaku bahwa dirinya iseng mengoleksi lagu-lagu Indonesia favoritnya.
Amaluddin Syarif, atau yang dikenal banyak orang sebagai "Mas Stafaband" yang fotonya menghiasi kover berbagai lagu MP3, meninggal dunia pada Kamis (15/10). Foto: (Screenshot dari Instagram @servo_tif4 ) |
Koleksi tersebut kemudian ia unggah ke situs file-sharing 4Shared. Agar terlihat rapi, ia pun memasang fotonya sendiri sebagai kover album.
Namun dirinya tidak menyangka bahwa file MP3 racikannya tersebut malah banyak diunduh dan disebar ulang oleh banyak netizen di dunia maya, hingga wajahnya viral dan tersimpan di berbagai komputer.
Amaluddin sempat mengaku dirinya sangat malu ketika mengetahui wajahnya ada di berbagai drive milik masyakat Indonesia karena merasa dirinya bukan siapa-siapa.
Di luar keviralan dirinya dan dianggap sebagai "ikon MP3 Indonesia" yang tak disengaja itu, Amaluddin tetap menjalani kehidupan normal seperti biasanya.
(end)

