Mengenal Ibuku, Film Indonesia Menang Special Jury Busan Film Festival
Film Ibuku (My Mother) karya Eddie Cahyono berhasil memenangkan penghargaan khusus Special Jury Award pada Busan International Film Awards (BIFF) ke-31 yang dihelat di Busan Cinema Center, Kamis (15/10).
Karya panjang keempat sang sutradara ini sukses mencuri perhatian juri lewat eksplorasi mendalam tentang penderitaan dan ketangguhan perempuan di tengah himpitan budaya patriarki serta jerat kemiskinan.
Mengambil latar penceritaan keluarga di tanah asalnya, Yogyakarta, Eddie menyoroti kehidupan kelam Sumiati yang diperankan dengan apik oleh aktris Christine Hakim.
Lewat Ibuku, Eddie Cahyono mengupas lapis demi lapis penderitaan perempuan yang dipaksa berkorban di tengah runtuhnya tatanan ekonomi keluarga menjadi sebuah perjalanan psikologis yang tajam.
Sinopsis film Ibuku.
Film Ibuku menceritakan tentang masa muda Sumiati yang gemilang sebagai penari Jatilan populer perlahan memudar, berganti dengan masa tua yang harus ia jalani sendirian sebagai seorang janda.
Hidupnya hancur lebur setelah sang suami bunuh diri akibat lilitan utang judi. Situasi tersebut menyisakan rentetan beban finansial yang menumpuk bagi perempuan tersebut.
Terimpit keadaan, Sumiati berpikir dan berharap bisa melunasi tumpukan utang warisan sang suami dengan terpaksa menikahkan putri semata wayangnya, Sri (Ayushita Nugraha).
Namun, keputusan itu justru berujung petaka. Sumiati tak kuasa melindungi putrinya dari kekejaman sang menantu yang rupanya seorang pemabuk dan pelaku kekerasan.
Penderitaan itu membuat Sri nekat kabur ke luar negeri untuk mengadu nasib sebagai pekerja migran. Pelarian itu nyatanya hanya memindahkan neraka kehidupan Sri ke tempat yang baru.
Di tanah perantauan, Sri kembali menjadi korban penyiksaan oleh majikannya sendiri hingga akhirnya nekat melakukan pembunuhan yang berujung pada vonis hukuman mati.
Begitu rentetan kabar tragis itu sampai ke telinga Sumiati, sang ibu mengambil keputusan penuh keputusasaan untuk pergi menemui putrinya secara langsung, menerobos tebalnya tembok ketidakpedulian dan tentangan dari orang-orang di sekitarnya.
Kisah yang dibuat Eddie Cahyanto itu dibantu divisualisasikan oleh sinematografer Muhammad Firdaus.
Di balik layar, proyek emosional ini turut dijaga oleh kolaborasi Tika Bravani dan sineas Jepang Shin Yamaguchi di kursi produser, serta dukungan eksekutif dari Aris Nugraha dan Zunan Farid.
Selain Christine Hakim dan Ayushita, jajaran pemainnya juga diramaikan dengan kehadiran aktor senior Landung Simatupang yang melengkapi deretan nama besar di dalamnya.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai penayangan film Ibuku di bioskop.