Reza Rahadian soal Karhutla: Status Bencana Nasional Penting

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 18:45 WIB
Reza Rahadian menilai penetapan status bencana nasional penting demi membuka ruang lebih lebar dalam penanganan karhutla di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Reza Rahadian mengaku sedih melihat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga kini. Ia meyakini ada faktor lain di balik kebakaran yang tak kunjung berhenti.

Ia juga menilai penetapan status bencana nasional menjadi hal penting lantaran dapat membuka ruang bagi lebih banyak organisasi untuk terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk melalui bantuan logistik dan teknologi.

"I'm very upset, gitu. Buat saya, sulit untuk mengatakan bahwa ini penuh hanya karena kehendak alam, gitu ya," ujar Reza di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (20/10).

"Ini kenapa pentingnya bagi saya, ya, status bencana nasional itu sebenarnya tidak mendegradasi nilai apa pun."

"Tapi membuka ruang atas partisipasi lebih banyak organisasi di luar mungkin, untuk kemudian bisa berbondong-bondong memberikan bantuan, baik logistik, teknologi yang terbarukan, dan lain-lain," sambungnya.

Reza turut memahami proses penelusuran pihak yang bertanggung jawab atas karhutla telah berjalan. Namun, menurutnya penanganan karhutla yang telah dilakukan perlu ditingkatkan agar dampak kebakaran dapat diminimalkan.

"Jadi saya membaca beberapa di kanal-kanal berita, prosesnya memang sudah berjalan, proses untuk mencari siapa dalang di balik peristiwa tersebut. Tapi kan kita sekarang enggak hanya harus fokus di situ, tapi kita harus fokus pada mitigasinya.

"Saya yakin dan juga bisa memahami di satu di satu pihak, gitu ya, bahwa ya upayanya memang dilakukan, tapi upaya itu perlu ditingkatkan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga menyoroti dampak karhutla yang telah meluas ke sejumlah wilayah, termasuk negara tetangga. Karena itu, Reza menilai penanganannya membutuhkan tanggung jawab bersama, termasuk dari pemerintah.

"Karena saya yakin upaya pasti terus dilakukan, gitu. Tapi kan ya ini sudah memberikan dampak tidak hanya bagi lingkungan di sekitar kita, apalagi di kalau enggak salah Pekanbaru, Palembang, belum belum negara tetangga, gitu," ujarnya.

"So, dampaknya tuh sudah ke mana-mana, gitu. And of course, as a nation we do have to be responsible, gitu kan. Itu memang tanggung jawab pemerintah juga pastinya," sambungnya.

Di sisi lain, Reza mengatakan masyarakat juga dapat berperan membantu warga terdampak melalui penggalangan bantuan. Ia mengaku telah melakukan hal serupa bersama timnya, meski dalam skala yang tidak terlalu masif.

"Dan apa yang bisa masyarakat lakukan, masyarakat melakukan hal itu. Sudah banyak sekali penggalangan yang dilakukan. Saya bersama tim saya membuat hal yang sama juga, gitu," tuturnya.

"Walaupun mungkin tidak besar, tidak terlampau masif, gitu. Tapi kami juga banyak, saya yakin kelompok masyarakat sipil, organisasi-organisasi yang membuka kanal-kanal bantuan untuk warga bantu warga, gitu.

Sementara itu, Menko Polkam Dudung Abdurachman mengungkap alasan pemerintah belum berencana menetapkan kasus karhutla di wilayah Sumatra dan Kalimantan sebagai bencana nasional.

Dudung menegaskan bahwa pemerintah masih sanggup menangani masalah karhutla.

"Masalah penerapan bencana nasional, ya. Ya, sementara kita masih sanggup, ya, negara kita masih sanggup. Negara kita masih sanggup," kata Dudung usai rapat gabungan lintas kementerian di kantor Kemenko Polkam, Senin (19/10).

Berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (19/10), masih terdapat 10.934 titik panas dan 236 titik api karhutla di enam provinsi Indonesia.

Enam provinsi ini terdiri dari Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

(van/chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK