Reza Rahadian Minta Demo Mahasiswa Tak Terprovokasi
Reza Rahadian mendukung mahasiswa yang menyuarakan aspirasi dengan demonstrasi di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Ia berpesan massa tidak terprovokasi oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ia kemudian mengapresiasi anak muda yang terus menyuarakan aspirasi meski menyadari perjuangan tersebut membutuhkan energi dan tidak selalu mudah.
"Saya berharap bahwa teman-teman, saya tahu persis energi dari teman-teman yang bekerja dalam film ini juga adalah energi merawat ingatan, energi perjuangan gitu ya, bentuk kecil dari perjuangan yang coba kami juga utarakan melalui karya film, gitu ya, sesuai dengan kemampuan kami," tuturnya.
"Tapi di luar itu, terima kasih ya teman-teman," ujarnya kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
"Semoga... saya tahu pasti lelah, tapi kembali lagi saya selalu mengatakan bahwa adanya teman-teman muda yang terus memperjuangkan dan menyuarakan sesuatu itu adalah harapan tersendiri bahwa kita punya harapan untuk tentu mencapai titik di kemudian hari yang terus lebih baik," ujarnya.
Saat ditanya mengenai keinginan untuk bergabung langsung dengan massa aksi, pemeran Biru Laut itu juga mengaku berharap bisa berada bersama mereka.
"I wish, of course. Saya sangat-sangat berharap untuk bisa bersama-sama. Tapi tentu ada tanggung jawab yang lain yang juga tidak bisa ditinggalkan, gitu ya. Tapi doa dari hati yang paling dalam beserta kawan-kawan semua di sana, ya," ujarnya.
Reza juga berpesan agar massa berhati-hati selama menyampaikan aspirasi. Menurut dia, sikap peserta aksi dalam membawa diri turut menentukan terjaganya esensi protes yang disampaikan.
"Hati-hati. Jaga situasi untuk bisa tetap kondusif. Karena menjaga esensi dari apa yang menjadi bentuk protes, bentuk aksi, itu juga terletak dari bagaimana saya yakin teman-teman membawa diri masing-masing," ujarnya.
"Jadi hati-hati, jangan... jangan sampai terprovokasi terutama oleh orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab, gitu ya. Jadi menjaga situasi untuk bisa tetap berjalan dengan damai, kondusif, dan sakral."
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi demonstrasi pada hari ini, Selasa (20/10) di Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Salah satu tuntutan massa adalah mendesak pemerintah menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana nasional.
Sementara itu, tuntutan lain yang juga diutarakan massa dari mahasiswa dalam aksi unjuk rasa dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai berikut:
1. Menuntut pemerintah untuk memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar
2. Pembatasan kebebasan berpendapat
3. Maraknya Praktik KKN
4. Turunkan biaya pendidikan, kesehatan, pelayanan publik yang mahal dan berikan akses yang merata
Reza Rahadian sebelumnya juga pernah turun langsung menyuarakan aspirasi dalam aksi demonstrasi pada 22 Agustus 2024.
Saat itu, ia bergabung dengan massa yang menolak revisi Undang-Undang (UU) Pilkada dan mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pencalonan kepala daerah.
Reza sempat berorasi di atas mobil komando di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, di hadapan massa buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil. Ia menyatakan hadir sebagai rakyat biasa yang merasa gelisah dengan kondisi demokrasi saat itu.
(van/chri)