Wendi Cagur Dorong Kebakaran Hutan Indonesia Jadi Bencana Nasional

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 12:45 WIB
Wendi Cagur mendorong agar rentetan kebakaran hutan dan kabut asap segera dipertimbangkan untuk menjadi bencana nasional. (Screenshot dari Instagram @wendicagur )
Jakarta, CNN Indonesia --

Komedian Wendi Cagur turut angkat suara menyoroti krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung mereda di berbagai wilayah Indonesia.

Ia secara terang-terangan mendorong agar rentetan musibah asap tersebut segera dipertimbangkan untuk dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional.

Keresahan itu diungkapkan Wendi menyusul kepungan kabut asap yang makin meluas dan menyiksa fisik warga, khususnya di kawasan Kalimantan, Sumatra, hingga Papua.

"Tapi lebih nyiksa lagi ketika kita tinggal di suatu tempat di mana napas aja susah, pandangan aja sulit," kata Wendi merespons krisis tersebut.

"Kalau memang sudah waktunya, dan memang sepertinya sudah seharusnya kejadian ini dijadikan bencana nasional," kata Wendi dalam salah satu unggahannya di Instagram pekan ini.

Ia sangat berharap pemerintah daerah setempat maupun pusat tidak sekadar tutup telinga dan tutup mata melihat kondisi masyarakat yang kian tercekik polusi udara.

Menurut Wendi, eskalasi kejadian saat ini sudah pada tahap yang mengharuskan intervensi skala besar layaknya bencana nasional.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, ia tak menampik munculnya kecurigaan besar soal dalang di balik kemunculan titik-titik api yang masif tersebut.

"Walaupun bisa dibilang ini bencana ya tapi kita enggak pernah tahu penyebabnya, apakah betul-betul dari alam atau perbuatan dari orang-orang yang gua enggak ngerti yang ada di otaknya apa," keluhnya tajam.

Ia mengaku tak habis pikir dan mempertanyakan hati nurani oknum yang sengaja membakar hutan demi kepentingan pribadi.

Wendi menyinggung bahwa efek merusak dari pembakaran tersebut tak cuma menyengsarakan saudara sebangsa, tapi juga telah melintas menyelimuti negara-negara tetangga.

Selain menyuarakan kritik, ia turut mengirimkan simpati dan doa mendalam bagi korban terdampak serta para petugas pemadam yang tengah bertaruh nyawa di lapangan.

"Semoga ini benaran kebakaran ya bukan dibakar. Karena kalau sampai semua berawal dari dibakar, semoga yang melakukannya mendapatkan hukuman yang setimpal, paling enggak kalau enggak di sini, [hukuman] di atas," tegasnya melempar peringatan.

Tak berhenti sampai di situ, personel grup lawak Cagur ini juga terus merawat desakan agar publik tak gampang melupakan isu tersebut.

Lewat unggahan terpisah, rapper sekaligus aktor bernama lengkap Wendy Armoko itu mengajak semua orang dan rekan-rekannya agar tak kendor mengawal isu karhutla hingga titik api terakhir benar-benar padam.

"Buat teman-teman yang lain jangan berhenti bersuara yah. Minimal sampai bencana ini benaran selesai ditangani. Fighting!!!" ucapnya Wendi.

CNN Indonesia telah meminta izin kepada Wendi untuk mengutip unggahan tersebut.

Selain Wendi, Reza Rahadian juga turut menyuarakan penetapan status bencana nasional. Menurutnya status itu penting karena bisa membuka ruang bagi lebih banyak organisasi untuk terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk melalui bantuan logistik dan teknologi.

"Ini kenapa pentingnya bagi saya, ya, status bencana nasional itu sebenarnya tidak mendegradasi nilai apa pun," kata Reza Rahadian di Jakarta Selatan, Selasa (20/10).

"Tapi membuka ruang atas partisipasi lebih banyak organisasi di luar mungkin, untuk kemudian bisa berbondong-bondong memberikan bantuan, baik logistik, teknologi yang terbarukan, dan lain-lain," sambungnya.

Sementara itu, Menko Polkam Dudung Abdurachman mengungkap alasan pemerintah belum berencana menetapkan kasus karhutla di wilayah Sumatra dan Kalimantan sebagai bencana nasional.

Dudung menegaskan bahwa pemerintah masih sanggup menangani masalah karhutla.

"Masalah penerapan bencana nasional, ya. Ya, sementara kita masih sanggup, ya, negara kita masih sanggup. Negara kita masih sanggup," kata Dudung usai rapat gabungan lintas kementerian di kantor Kemenko Polkam, Senin (19/10).

Berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (19/10), masih terdapat 10.934 titik panas dan 236 titik api karhutla di enam provinsi Indonesia.

Enam provinsi ini terdiri dari Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK