Wendi Cagur hingga Nikita Willy Vokal Soroti Karhutla Indonesia
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia memantik keprihatinan mendalam para warga, termasuk artis, mulai dari Wendi Cagur, Nikita Willy, hingga Dennis Adishwara.
Ketiganya bersuara vokal merespons kabut asap tersebut lewat berbagai cara, mulai dari menggalang donasi, mendesak penetapan status bencana nasional, hingga ikut berbaur turun ke jalan.
Nikita Willy secara spesifik menyoroti dampak kesehatan fatal yang mengintai anak-anak akibat kepungan asap pekat di kawasan Sumatra dan Kalimantan sejak Juli 2026 lalu.
Berdasarkan data yang ia paparkan, setidaknya terdapat 63.711 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menjangkiti anak dan balita di tujuh wilayah terdampak karhutla.
Melihat api yang tak kunjung padam dan banyaknya relawan yang masih bertaruh nyawa di lapangan, Nikita bersama sang suami langsung menginisiasi penggalangan dana darurat.
"Api belum padam hingga sampai terakhir video ini direkam, masih banyak relawan dan masyarakat yang berjuang untuk memadamkan api di sana," kata Nikita dalam unggahannya di Instagram pada Minggu (18/10).
"Saya, Nikita, dan Indra mengajak teman-teman untuk bersama membantu saudara kita yang sedang berjuang di daerah yang terdampak," imbau Nikita.
Ia memastikan bahwa seluruh bantuan tersebut akan disalurkan secara langsung oleh timnya ke lokasi bencana, dengan fokus target penyaluran terdekat berada di kawasan Palangkaraya.
Keresahan serupa turut digaungkan dengan lantang oleh komedian Wendi Cagur yang mengaku kehabisan kata-kata melihat saudara sebangsa di Kalimantan, Sumatra, hingga Papua kesulitan bernapas.
Wendi mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk tidak sekadar tutup telinga dan menutup mata, seraya mendorong agar insiden ini segera dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional.
Personel grup lawak Cagur itu juga menaruh kecurigaan besar bahwa krisis ini dipicu oleh ulah manusia yang sengaja membakar hutan, dan menuntut ganjaran setimpal bagi para pelaku.
"Semoga ini benaran kebakaran ya bukan dibakar. Karena kalau sampai semua berawal dari dibakar semoga yang melakukannya mendapatkan hukuman yang setimpal, paling enggak kalau enggak di sini [dihukum] di atas," kecam Wendi.
Ia pun tak lupa memompa semangat publik untuk terus merawat isu ini dan bersuara di media sosial sampai penanganan bencana karhutla benar-benar tuntas.
"Buat teman-teman yang lain jangan berhenti bersuara yah. Minimal sampai bencana ini benaran selesai ditangani. Fighting!!!" tulisnya dalam unggahan terpisah.
Di sisi lain, Dennis Adishwara memilih langkah turun langsung menyuarakan aspirasi penolakan karhutla di jalanan yang menjadi salah satu tuntutan dalam aksi menyoroti kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo dan Gibran.
Bintang film Ada Apa dengan Cinta? itu ikut merapatkan barisan bersama kerumunan mahasiswa dalam aksi demonstrasi massa yang digelar pada 20 Oktober lalu.
Momen unjuk rasa tersebut terungkap dari unggahan video singkat di media sosialnya, yang rupanya merupakan rekaman pandangan mata di lokasi demo yang awalnya ia kirimkan untuk sang ibunda.
Menuntaskan aksinya, Dennis turut mengunggah sejumlah poster tuntutan sarat makna, termasuk seruan tegas berbunyi "Padamkan apinya!" serta pesan moral "Hope is the only thing more stronger than fear."
Terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih ada 570,08 hektare lahan yang masih terbakar di enam provinsi prioritas.
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas lahan yang belum padam paling besar, yakni 389,39 ha dari total target penanganan 452,49 ha. Sementara itu, di Sumatera Selatan, masih terdapat 108,50 ha lahan yang belum padam dari total 401,67 ha.
Di Jambi, lahan yang masih dalam proses pemadaman dan pendinginan mencapai 64,50 ha dari total 96,50 ha. Adapun di Kalimantan Selatan, masih tersisa 7,50 ha dari target penanganan 58,45 ha.
Sementara itu, di Kalimantan Barat, luas lahan yang belum padam tersisa 0,19 ha dari total 11,92 ha. Adapun seluruh lahan terdampak karhutla seluas 3,30 ha di Riau dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
Selain di enam provinsi prioritas tersebut, BNPB mencatat karhutla di sejumlah wilayah lain dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 572,90 ha. Dari jumlah itu, sekitar 107,77 ha telah berhasil dipadamkan, sedangkan 465,13 ha lainnya masih dalam penanganan intensif.
(chri)