Kneecap dan Hozier Gabung Free Palestine Tour Macklemore

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 07:40 WIB
Free Palestine tour Macklemore didukung penampilan Hozier dan Kneecap yang selama ini memang lantang mendukung Palestina. (AFP/Guillaume Baptiste)
Jakarta, CNN Indonesia --

Macklemore resmi memulai rangkaian tur konsernya yang bertajuk Free Palestine di Dublin, Irlandia. Pertunjukan pembuka ini menghadirkan kejutan dengan kemunculan Hozier dan grup hip-hop Kneecap di atas panggung.

Hozier dan Kneecap merupakan musisi yang selama ini juga vokal menyerukan dukungan untuk Palestina. Hozier kerap menggunakan media sosial dan panggung penampilannya untuk menyerukan kemerdekaan Palestina dan gencatan senjata.

Begitu pula dengan Kneecap yang lantang melakukan hal serupa hingga berhadapan dengan masalah hukum buntut mengibarkan bendera Hizbullah di atas panggung saat tampil di London pada November 2024.

Konser di Dublin merupakan titik pertama dari tiga pertunjukan yang dijadwalkan, sekaligus menandai kembalinya sang musisi usai didepak dari tur Ed Sheeran sebulan lalu akibat orasi politiknya.

Seluruh keuntungan dari tur ini disumbangkan untuk badan amal yang mendukung Palestina. Pelantun Thrift Shop itu bahkan ikut menyumbangkan gajinya sebesar US$1 juta dari tur Sheeran sebelumnya untuk tujuan serupa.

Di hadapan para penonton Dublin, Macklemore meluapkan perasaannya terkait kontroversi yang terjadi. Ia menegaskan bahwa seruan pembebasan Palestina murni berakar pada cinta dan kebebasan, bukan untuk menebar kebencian.

"Enam minggu lalu, hanya dua kata. Hanya butuh dua kata. Dua kata yang berakar pada cinta dan pembebasan," ucapnya dari atas panggung seperti diberitakan Variety pada Senin (26/10).

"Bukan menentang siapa pun, bukan memecah belah. Bukan seruan kebencian. Tapi seruan untuk mengakui kemanusiaan kita bersama. Free Palestine! Hal yang sama yang saya inginkan untuk kita semua, kebebasan, martabat, hak untuk hidup tanpa rasa takut."

Ia menyoroti betapa ironisnya dua kata tersebut dianggap sangat mengancam bagi sebagian orang, sehingga mereka lebih memilih membungkamnya ketimbang menghadapi makna sebenarnya.

"Karena kebebasan yang membutuhkan penindasan orang lain sama sekali bukan kebebasan," tegas Macklemore.

"Sementara dunia memperdebatkan kata-kata itu, kita melihat videonya, kita melihat rekamannya, kita melihat orang tua menarik anak-anak mereka dari puing-puing. Keluarga-keluarga dihapuskan. Kehancuran di luar imajinasi kita. Dan entah bagaimana, kata-kata itu menjadi lebih kontroversial daripada penderitaan yang membuatnya perlu disuarakan."

Langkah berani ini diambil tak lama setelah ia resmi dicoret dari sisa tur Loop milik Ed Sheeran di Amerika Serikat pada 14 September. Pemecatan itu terjadi usai Macklemore meneriakkan dukungan untuk Palestina pada penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey.

Aksinya kala itu langsung viral dan memancing gelombang kritik, termasuk dari penyanyi Pink dan petisi dari Dewan Amerika Israel (IAC) yang mendesak promotor segera bertindak.

Pihak promotor Messina Touring Group mendepak Macklemore dengan dalih mendapat ancaman pembatalan konser dari pihak pengelola venue. Macklemore sempat menuding pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, sebagai sosok yang menolak kehadirannya dan memprovokasi pemilik stadion lain.

Menariknya, pemecatan ini justru memicu aksi solidaritas. Musisi pembuka lainnya, seperti Finneas dan Lukas Graham, serta sebagian besar band pengiring Sheeran kompak mundur dari tur tersebut.

Di sisi lain, Ed Sheeran yang awalnya merilis pernyataan panjang untuk bersikap netral dari urusan politik akhirnya ikut bersuara akibat tekanan publik. Pada konsernya di Philadelphia pertengahan September lalu, Ed Sheeran secara terbuka mengutuk kekerasan yang terjadi.

"Apa yang terjadi di Israel dan di Festival Musik Nova pada 7 Oktober mengerikan dan menambah penderitaan orang Yahudi selama berabad-abad. Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana dan tidak dapat dibenarkan, serta tidak proporsional," kata Sheeran.

Setelah manggung di Dublin, Macklemore kini bersiap melanjutkan gema tur Free Palestine ke Paris pada Kamis (29/10) dan terakhir di London pada Jumat (30/10).

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK