Macklemore: Seruan Free Palestine Mengancam Sebagian Orang

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 17:06 WIB
LAS VEGAS, NEVADA - SEPTEMBER 27: Recording artist Macklemore performs during Mobile Recovery's Recover Out Loud concert at the International Theater at the Westgate Las Vegas Resort & Casino on September 27, 2021 in Las Vegas, Nevada. The show aims
Macklemore menyatakan seruan "Free Palestine" ternyata begitu mengancam sebagian orang. (Getty Images via AFP/Ethan Miller)
Jakarta, CNN Indonesia --

Macklemore kembali menyuarakan dukungannya untuk Palestina dalam tur konser Free Palestine, di Dublin, Irlandia. Ia kini mengatakan "Free Palestine" menjadi kata yang begitu mengancam bagi sebagian orang.

Konser tersebut berlangsung lebih dari satu bulan setelah dirinya didepak secara paksa dari daftar penampil pembuka tur Ed Sheeran gara-gara pidato politiknya di atas panggung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Enam minggu lalu, hanya butuh dua kata. Dua kata yang berakar pada cinta dan pembebasan," ucap Macklemore merujuk pada seruan yang membuatnya kehilangan pekerjaan, seperti diberitakan Variety, Senin (26/10).

"Itu bukan untuk menentang siapa pun, bukan memecah belah. Bukan seruan untuk kebencian. Tapi seruan untuk mengakui kemanusiaan kita bersama. Free Palestine! Saya bilang bebaskan Palestina!"

Macklemore kemudian menyatakan bahwa ia menyayangkan bagaimana frasa tersebut justru memancing kemarahan dan ketakutan sejumlah pihak.

"Namun, dua kata itu sangat mengancam beberapa orang. Mereka lebih suka membungkam dua kata itu daripada menghadapi apa arti sebenarnya," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengaku tak habis pikir seruan itu malah memicu perdebatan yang lebih kontroversial dibandingkan penderitaan nyata warga sipil di Gaza, di mana keluarga-keluarga hancur, hingga orang tua terpaksa menarik anak-anak mereka dari balik puing-puing bangunan.

"Karena kebebasan yang menuntut penindasan orang lain bukanlah kebebasan sama sekali," keluhnya tajam di atas panggung.

Pertunjukan di Dublin menjadi titik pembuka dari tiga rangkaian tur yang seluruh keuntungannya bakal disumbangkan untuk badan amal pendukung Palestina. Panggung di Dublin turut diramaikan Hozier dan Kneecap.

Musisi bernama asli Ben Haggerty ini bahkan merogoh kocek pribadinya dengan mendonasikan honor sebesar US$1 juta yang ia dapatkan dari tur Sheeran sebelumnya untuk tujuan serupa.

Nasib Macklemore di tur Loop milik Ed Sheeran di AS harus tamat lebih awal pada 14 September setelah ia meneriakkan "Free Palestine" dalam dua hari pertunjukan berturut-turut di MetLife Stadium, New Jersey.

Aksi vokal itu sontak memantik gelombang protes keras, termasuk cibiran dari penyanyi Pink dan petisi boikot dari Dewan Amerika Israel (IAC). Kelompok itu mengecam sang rapper dengan dalih menyalahgunakan platform konser global untuk mendorong agenda politik sepihak.

Meski Macklemore sudah mengklarifikasi pernyataannya bukan kritik terhadap komunitas Yahudi, pihak promotor Messina Touring Group tak mau ambil risiko dengan berdalih mendapat tekanan dari sejumlah pemilik arena yang mengancam bakal membatalkan seluruh sisa konser jika sang musisi tetap dibiarkan tampil.

Belakangan terungkap bahwa Robert Kraft selaku pemilik Gillette Stadium di Massachusetts disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang menolaknya dan mendesak pemilik stadion lain untuk melakukan pemboikotan serupa.

Menjawab polemik itu, Kraft mengumumkan ia dan Sheeran bakal menyumbangkan US$2 juta untuk bantuan kemanusiaan.

Namun, pendepakan Macklemore justru memantik aksi solidaritas di balik layar. Deretan musisi pembuka lainnya, seperti Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe, hingga sebagian besar anggota band pengiring Sheeran dilaporkan ikut mundur dari tur tersebut.

Situasi itu akhirnya membuat Ed Sheeran buka suara dengan berdalih bahwa pencoretan itu adalah keputusan mutlak promotor. Ia juga membela diri soal keengganannya bicara politik demi menjaga ruang aman bagi penontonnya yang beragam, terutama anak-anak.

"Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak peduli," tulis Sheeran kala itu yang justru makin memanen kecaman publik.

Namun, kritik tajam tampaknya sukses membuat pelantun Shape of You itu luluh dan mengubah sikap. Pada pertunjukan di Philadelphia, perdana setelah mendepak Macklemore, Sheeran bersuara menyinggung konflik tersebut.

Ia menilai tragedi 7 Oktober di Israel sebagai hal yang mengerikan, tapi di saat yang sama ia juga mengutuk keras invasi militer yang terjadi selanjutnya.

"Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana dan tidak dapat dibenarkan, serta tidak proporsional," tegas Sheeran yang juga menyoroti ketidakadilan sistematis di kawasan Tepi Barat.

Terlepas dari drama panjang tersebut, Macklemore kini dijadwalkan meneruskan tur Free Palestine tersebut ke Paris pada Kamis (29/10) dan menutupnya di London pada Jumat (30/10).

(chri)
LIHAT SELENGKAPNYA