Insiden ini juga membuat buruk nama kota paling kosmopolitan dan baik dikelola di Tiongkok.
Pejabat kota Tiongkok yang menyelidiki insiden ini mengatakan pemerintah dan para pemimpin Partai Komunis wilayah Huangpu, yang menjadi lokasi Bund daerah tepi sungai terkenal, bertanggungjawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tidak cukup persiapan pencegahan dan penanganan, peringatan dini pada malam itu sangat lemah dan upaya penanganan tidak memadai,” kata Xiong.
Sebagian besar korban tewas adalah kaum muda berusia 20-an tahun, dan dari 49 orang yang luka tiga diantaranya masih di rumah sakit.
Wang Yu, wakil ketua pemerintah Huangpo mengatakan ketua Partai Komunis di Huangpu, bersama dengan kepala pemerintah wilayah, kepala poisi dan wakilnya dipecat dari jabatan masing-masing.
Tujuh pejabat lain, termasuk dua polisi, dikenai hukuman disipliner.
“Setidaknya seseorang sudah bertindak dan mengambil tanggung jawab. Kini kita menunggu soal kompensasi kepada keluarga,” ujar Wang Jianhua, yang kehilangan adiknya dalam insiden ini.
Sementara itu para pejabat pemerintah kota Shanghai tidak terkena sanksi apapun.
Ketika ditanya alasan para pejabat senior kota dan polisi tidak dimintai tanggung jawab, Wang mengatakan undang-undang layanan darurat Tiongkok mengatur bahwa hanya para pejabat tingkat wilayah Huangpu yang bisa dipersalahkan.
Departemen lain, ujarnya, hanya bertanggungjawab atas “panduan dan pengawasan”.
Shanghai membatalkan serangkaian acara besar sejak insiden tersebut, termasuk perayaan Festival Lentera tahunan.
Minggu lalu majalan Caixin melaporkan bahwa beberapa jam sebelum insiden para pejabat pemerintah wilayah Huangpu berpesta makan malam di salah satu restoran mahal milik pemerintah Shanghai di tepi sungai tak jauh dari tempat insiden.
Pemerintah kota Shanghai mengatakan ketua Partai Komunis Huangpu Zhou Wei dan beberapa pejabat pemerintah wilayah makan malam di restoran itu.
Zhou Wei dan dua orang pejabat lain dianggap melanggar semangat peraturan partai yang melarang kemewahan dan “mempergunakan dana negara untuk makan dan minum” menjelang pesta Tahun Baru. (yns)