Diberitakan Reuters, militer akan membalas perlakuan itu dengan mengeksekusi Sajida al-Rishawi, pelaku bom bunuh diri wanita yang sekarang ditahan di penjara Yordania. Itu disampaikan sumber militer Yordania.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, bom suaminya meledak. Insiden di Amman, Yordania itu menewaskan sampai 60 orang.
Sajida merupakan orang penting bagi ISIS. Namanya terlontar saat ISIS meminta pertukaran dengan sandera Jepang yang dimilikinya. Karena permintaan ditolak, sandera Jepang termasuk wartawan Kenji Goto pun dieksekusi algojo ISIS.
ISIS juga pernah memunculkan pesan audio bahwa Muath yang menjadi sandera sejak pesawatnya jatuh di atas Suriah Desember lalu, akan dibunuh jika Yordania tidak membebaskan Sajida. ISIS memberi tenggat waktu sampai matahari terbenam, Jumat. Itu juga tak dituruti.
Sebenarnya, pemerintah Yordania sempat berkoar bersedia membebaskan Sajida jika Muath juga dilepaskan dengan selamat. Namun, tidak jelas kelanjutan kesepakatan. ISIS justru mengunggah video pria yang diduga Muath dieksekusi dengan dibakar hidup-hidup.
Pembalasan akan sebesar bencana yang menimpa YordaniaKolonel Mamdouh al Ameri |
Kini, nyawa Sajida yang dijadikan 'pembalasan'.
Sebelumnya, militer Yordania memang mengatakan pihaknya akan "membalas dendam atas perlakuan ISIS pada Muath," kata juru bicara militer Yordania, Kolonel Mamdouh al Ameri dalam pernyataan di televisi pemerintah.
(rsa/pit)