FARC mengatakan mereka meningkatkan batas umur dari 15 ke 17 tahun dalam sebuah pernyataan.
Ini merupakan salah satu bagian dari pembicaraan perdamaian antara pemberontak dan pemerintah, setelah konflik selama lima dekade yang telah menewaskan sekitar 220 ribu orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Kolombia menyambut langkah FARC tersebut, tapi mengatakan itu tidak cukup, merujuk pada aturan HAM internasional yang menentukan umur minimal perekrutan bagi tentara manapun adalah 18 tahun.
“Rakyat Kolombia akan bisa menerima ini dengan lebih senang, apabila mereka tak hanya berhenti merekrut anak-anak di bawah 18 tahun dan juga membebaskan mereka yang sudah direkrut. Kami akan terus mencoba menekan langkah itu,” katanya.
FARC, Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia, sudah lama dituduh merekrut anak-anak di bawah umur di wilayah-wilayah terpencil negara itu.
Menteri Pertahanan Juan Carlos Pinzon mengatakan pada Kamis bahwa setengah dari anggota FARC yang dimobilisasi berumur dibawah 18 tahun saat mereka direkrut. Mereka biasanya bertugas untuk memasak atau membersihkan jalanan di hutan rimba sambil menerima pelatihan perang.
Meski akhir tahun lalu, seorang jenderal Kolombia ditangkap oleh FARC, namun perundingan damai dengan pemerintah tetap dilanjutkan setelah sang jenderal dibebaskan.
Kini, agenda perundingan mencakup beberapa hal, termasuk reformasi tanah, penghentian perdagangan obat terlarang, serta partisipasi gerilyawan dalam kancah politik. (stu)