Diberitakan Reuters, Senin (16/2), komitmen Jepang ini disampaikan Menteri Luar Negeri Fumio Kishida. Penambahan bantuan dana oleh Jepang kali ini dilakukan setelah dua warganya tewas dieksekusi ISIS bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Shinzo Abe pada 17 Januari lalu mengatakan Jepang akan "membantu mengatasi ancaman" ISIS dan memberikan uang "untuk negara yang memerangi" militan.
Usai pengumuman itu, ISIS membeberkan soal penyanderaan dua warga Jepang, Kenji Goto dan Haruna Yukawa, dan meminta tebusan dengan jumlah yang sama seperti bantuan dana dari Tokyo.
Yukawa tewas dibunuh setelah tenggat waktu tebusan pertama usai. ISIS kemudian mengubah tuntutan mereka menjadi pembebasan Sajida al-Rishawi, pelaku pengeboman bunuh diri di Yordania.
Kenji Goto kemudian juga dieksekusi, ditayangkan dalam sebuah video yang dirilis ISIS. Perdana Menteri Abe menegaskan bahwa Jepang tidak akan tunduk pada terorisme. (stu)