Diberitakan Asia One, Selasa (17/2), Nian Bin, mantan pedagang makanan di provinsi Fujian dituduh meracuni hingga tewas dua anak dan divonis mati pada 2008. Dia akhirnya bebas setelah pengadilan menyatakan tidak bersalah Agustus tahun lalu.
Nian Bin mendapatkan kompensasi dari pengadilan sebesar 1,14 juta yuan, atau lebih dari Rp3 miliar atas hilangnya kebebasan serta penderitaan mental karena enam tahun dipenjara dan dihantui eksekusi mati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nian mengajukan tuntutan kompensasi kepada pemerintah sebesar 15 juta yuan Desember lalu. Dia juga menuntut pengadilan menyatakan permintaan maaf di media.
Pembatalan hukuman sangat jarang terjadi di sistem pengadilan komunis Tiongkok. Sebanyak 99,93 persen terdakwa kasus kriminal dinyatakan bersalah tahun lalu.
Penyiksaan oleh polisi untuk mendapatkan pengakuan dikenal luas di negara itu dan terdakwa tidak memiliki pembelaan yang efektif di pengadilan.
Beberapa kasus salah vonis mengemuka setelah pelaku sebenarnya menyerahkan diri, atau di beberapa kasus bahkan korban pembunuhan ternyata ditemukan masih hidup.
Partai Komunis coba meredam kemarahan publik atas ketidakadilan pengadilan dengan mengurangi pengaruh pejabat lokal di beberapa kasus, dan menjatuhkan hukuman berat untuk kasus-kasus korupsi. (den)