Lee Kuan Yew Masih Jalani Perawatan di ICU
Reuters | CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2015 22:22 WIB
Singapura, CNN Indonesia -- Perdana menteri Singapura pertama dan yang menjadi simbol pembangunan ekonomi negara itu, Lee Kuan Yew, saat ini masih berada di dalam unit perawatan intensif rumah sakit, menurut berita yang dikabarkan oleh kantor perdana menteri pada Kamis (26/2).
Lee, yang berusia 91 tahun pada September tahun lalu, dilarikan ke rumah sakit pada 5 Februari lalu.
Ia dirawat karena menderita penyakit pneumonia parah.
“Tim dokter telah memberikannya antibiotik dan setiap saat terus memantau kondisinya,” kata pernyataan tersebut.
Walau Lee jarang tampil di media dan kancah politik, kondisi kesehatannya tetap diperhatikan karena ia masih dilihat sebagai tokoh yang berpengaruh bagi pemerintahan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, putra sulungnya.
Pernyataan resmi diberitakan pada Kamis setelah banyak rumor yang beredar di media sosial di hari Rabu (25/2) malam kalau Lee telah berpulang.
Kabar burung di media sosial itu sebelumnya juga telah dibantah oleh pemberitaan di ChannelNewsAsia dan Straits Times.
Bahkan Menteri Tenaga Kerja Tan Chuan-Jin juga menulis bantahan melalui akun Facebook-nya.
“Mari berdoa terus untuk kesembuhannya,” tulis Tan.
Lee, seorang pengacara lulusan Universitas Cambridge, disebut sebagai orang yang berjasa membangun Singapura hingga menjadi salah satu negara terkaya di dunia saat ini. Ia sempat berkuasa selama 31 tahun di sana.
Ia mengundurkan diri dari kehidupan publik pada 2011, setelah mundur dari jabatan kabinet karena Partai Aksi Rakyat yang berkuasa mencatat perolehan suara terburuk dalam pemilu sejak Singapura Merdeka.
Dalam sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 2013, Lee mengatakan kalau ia merasa kondisi fisiknya lebih lemah dari hari ke hari dan jika sudah menemui ajalnya, ia ingin meninggal dengan tenang.
(ard/ard)
Lee, yang berusia 91 tahun pada September tahun lalu, dilarikan ke rumah sakit pada 5 Februari lalu.
Baca juga:Lee Kwan Yew Masuk Rumah Sakit |
Ia dirawat karena menderita penyakit pneumonia parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau Lee jarang tampil di media dan kancah politik, kondisi kesehatannya tetap diperhatikan karena ia masih dilihat sebagai tokoh yang berpengaruh bagi pemerintahan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, putra sulungnya.
Pernyataan resmi diberitakan pada Kamis setelah banyak rumor yang beredar di media sosial di hari Rabu (25/2) malam kalau Lee telah berpulang.
Kabar burung di media sosial itu sebelumnya juga telah dibantah oleh pemberitaan di ChannelNewsAsia dan Straits Times.
Bahkan Menteri Tenaga Kerja Tan Chuan-Jin juga menulis bantahan melalui akun Facebook-nya.
“Mari berdoa terus untuk kesembuhannya,” tulis Tan.
Lee, seorang pengacara lulusan Universitas Cambridge, disebut sebagai orang yang berjasa membangun Singapura hingga menjadi salah satu negara terkaya di dunia saat ini. Ia sempat berkuasa selama 31 tahun di sana.
Ia mengundurkan diri dari kehidupan publik pada 2011, setelah mundur dari jabatan kabinet karena Partai Aksi Rakyat yang berkuasa mencatat perolehan suara terburuk dalam pemilu sejak Singapura Merdeka.
Dalam sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 2013, Lee mengatakan kalau ia merasa kondisi fisiknya lebih lemah dari hari ke hari dan jika sudah menemui ajalnya, ia ingin meninggal dengan tenang.
(ard/ard)