Ibunda Jihadi John Langsung Tahu Itu Anaknya

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2015 03:52 WIB
Ibunda Jihadi John Langsung Tahu Itu Anaknya Ghania Emwazi langsung berteriak "itu putraku" saat dia melihat pria itu dalam rekaman video sebelum memenggal wartawan Amerika Serikat, James Foley. (Reuters/SITE Intel Group)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ibunda dari Mohammed Emwazi atau yang dikenal dengan nama Jihadi John, algojo berdarah dingin ISIS, langsung mengetahui itu anaknya saat mendengar suaranya, walaupun wajahnya tertutupi balaclava.

Ghania Emwazi langsung berteriak "itu putraku" saat dia melihat pria itu dalam rekaman video yang menampilkan James Foley, sesaat sebelum memenggal kepala wartawan asal Amerika Serikat tersebut. Namun Emwazi bungkam dan tidak melaporkannya pada aparat.

Diberitakan Telegraph, Senin (2/1), hal ini diketahui dalam interogasi penyidik di Kuwait terhadap ayah Emwazi, Jassem, 51. Tidak hanya ayahnya, seorang saudara lelaki Emqazi juga diinterogasi sejak Minggu kemarin.


"Ibunya mengenali suaranya dan dia berteriak 'itu putraku' saat dia berbicara sebelum memenggal sandera pertamam AS. Saat video itu diputar lagi, ayahnya yakin bahwa itu anaknya," kata seorang penyidik.

Menurut kerabat Emwazi, Jassem, marah sekaligus sedih atas apa yang terjadi pada putranya. "Saya menunggu hari demi hari untuk mendengar kematiannya," kata Jassem.

Jassem yang saat ini tinggal di Taima, sekitar 32 mil dari Kuwait City, mengatakan hilang kontak dengan putranya itu sejak tahun 2013, sesaat setelah dia pergi ke Turki. Kepada orang tuanya, Emwazi mengaku akan ke Suriah untuk "memberikan bantuan."

Seperti putranya, Jassem juga mendapatkan kewarganegaraan Inggris pada tahun 1990an. Namun kebanyakan keluarganya kembali ke Kuwait.

Emwazi disebut berhubungan dengan salah seorang militan asal Inggris yang bergabung dengan kelompok al-Shabaab di Somalia. Emwazi juga dilporkan memiliki koneksi dengan mereka yang bertanggung jawab pada percobaan serangan bom di London pada 2005, dua minggu setelah bom bunuh diri menewaskan 52 orang di London.

Keterangan ini menambah tekanan pada badan keamanan dan intelijen Inggris untuk menjelaskan mengapa mereka tidak bertindak setelah mencurigai Emwazi sekian lama sebelum ia melakukan perjalanan ke Suriah pada 2012. (den)