Keputusan Putin disahkan pada Jumat (6/3), bersamaan dengan pengurangan jumlah pegawai negeri hingga mencapai 20 persen.
"Mulai 1 Maret dan berakhir pada 31 Desember 2015, gaji presiden Federasi Rusia (Putin), kepala pemerintahan Federasi Rusia (Perdana Menteri Dmitry Medvedev), gaji bulanan dan bonus tiga bulanan akan dikurangi 10 persen," tulis laporan kantor berita Rusia Tass.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dua bulan lalu Putin membatalkan liburan para menterinya karena perekonomian yang sulit.
Kendati gajinya dipotong, Putin diduga masih memiliki banyak sekali uang di rekeningnya. Bahkan menurut pengakuan CEO perusahaan investasi Hermitage Capital Management Bill Browder, mantan kawan Putin, presiden Rusia adalah orang paling kaya di dunia, berkat praktik korupsi dan pemerasan yang dia lakukan.
"Saya meyakini (kekayaan Putin) mencapai US$200 miliar. Setelah 14 tahun berkuasa di Rusia, dan jumlah uang yang dihasilkan negara itu, dan jumlah uang yang tidak digunakan untuk membangun sekolah dan jalan dan rumah sakit dan lainnya, semua uang itu ada dalam bentuk properti, rekening bank di Swiss, saham, investasi, yang dikelola oleh Putin dan kroninya," kata Browder.
Jika kekayaan Putin mencapai US$200 miliar atau lebih dari Rp2.500 triliun, maka dia akan lebih kaya dari Bos Microsoft Bill Gates yang punya pundi uang US$78,6 miliar (Rp997,4 triliun). (den)