Diberitakan Telegraph, Professor Andre van der Merwe, kepala Divisi Urology Universitas Stellenbosch mengumumkan bahwa operasi yang menjadi terobosan pada dunia bedah itu dilakukan di Rumah Sakit Tygerberg, Belville, Cape Town.
Operasi berlangsung selama sembilan jam, menyambungkan penis donor dari seorang pria yang sudah meninggal dunia, ke pasien yang tidak disebut namanya itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Van der Merwe mengatakan pasien sangat senang mengetahui kemaluannya kini telah kembali seperti semula dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Akibat mengalami komplikasi, penis pasien ini harus diamputasi untuk mencegah infeksi mematikan. Diyakini ada lebih dari 250 pemuda Afrika Selatan yang harus diamputasi kejantanannya akibat praktik ini setiap tahunnya.
Van der Merwe mengatakan kesuksesan transplantasi kali ini adalah jawaban bagi kegalauan banyak pemuda yang kehilangan kemaluannya.
"Bari pemuda usia 18 atau 19 tahun, kehilangan penis sangat traumatais. Mereka tidak memiliki kemampuan psikologis yang cukup untuk menghadapinya. Bahkan ada laporan para pemuda ini bunuh diri," kata Van der Merwe.
Saat ini ada sembilan pasien lainnya yang tengah dijadwalkan untuk menjalani transplantasi. Tidak hanya untuk korban amputasi, praktik ini juga bisa berguna bagi penderita kanker penis atau disfungsi ereksi. (den)