"Saya akan hadir langsung di bandara," ujar Retno saat dihubungi via telepon oleh CNN Indonesia, Ahad (5/4).
Retno menambahkan seratusan WNI yang akan tiba di Bandara Internasional Soetta itu merupakan gelombang pertama yang diterbangkan dari Muscat, Oman ke Indonesia. Rencananya, akan ada beberapa gelombang evakuasi lagi untuk membawa WNI keluar dari Yaman yang saat ini sedang bergejolak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, evakuasi WNI di Yaman akan terus dilakukan hingga keadaan kondusif. Retno menambahkan sebanyak 110 WNI lainnya akan diterbangkan dari Muscat pada Ahad (5/4) pukul 9 pagi, dibantu oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia.
Meskipun demikian, Retno memaparkan bahwa jumlah WNI yang akan dievakuasi pada gelombang selanjutnya akan bergantung pada kondisi di Yaman.
"Untuk gelombang-gelombang selanjutnya, kami belum bisa memastikan akan menerbangkan berapa WNI karena semua tergantung pada kondisi dan situasi di sana," ujar Retno menambahkan.
Hingga saat ini, Gatot memperkirakan hampir 1.000 WNI yang telah berhasil dievakuasi dari Yaman sejak kondisi di negara tersebut tidak stabil, khususnya setelah koalisi internasional pimpinan Arab Saudi meluncurkan serangan udara ke markas pemberontak Houthi.
"WNI kan ada sekitar 4.000-an (orang) di Yaman. Hampir 1.000 WNI sudah kembali, jadi sekitar 3.000 lainnya yang masih tetap ingin berada di sana," kata Gatot.
Gatot memaparkan, jumlah tersebut sebagian besar adalah mahasiswa yang tengah kuliah semester akhir. Selain itu, ada juga TKI yang ikut mengungsi ke negara tetangga dengan majikan mereka.
Gatot menambahkan bahwa sekitar 20 WNI telah tiba di Djibouti pada Sabtu (4/4) setelah menempuh perjalan dengan kapal laut. Mereka kini tinggal di sebuah hotel yang difasilitasi KBRI Addis Ababa.
Sebanyak 20 WNI telah tiba di Djibouti pada Sabtu (4/4) lewat jalur laut. Belum dipastikan kapan mereka diberangkatkan ke Indonesia. (Dok. Kemenlu) |
Sementara di Yaman, sebanyak 42 WNI tiba di Hudaydah untuk mengungsi dari Sanaa. Sebelumnya, telah ada 262 WNI yang dilarikan ke wilayah ini. Mereka tinggal di sebuah flat yang difasilitasi oleh KBRI Sanaa.
Sebelumnya, Pesawat TNI Angkatan Udara yang diberangkatkan untuk mengevakuasi WNI di Yaman tiba di Kota Salalah, Oman, pada Jumat pagi waktu setempat. Pesawat tersebut adalah Boeing 737-400 dari Skuadron 17 dengan nomor A-7305.
"Pesawat akan digunakan tim satgas penyelamatan untuk pengangkutan WNI yang ada di Yaman," demikian seperti dikutip CNN Indonesia dari laman resmi Pusat Penerangan TNI. (ama/ama)
Sebanyak 20 WNI telah tiba di Djibouti pada Sabtu (4/4) lewat jalur laut. Belum dipastikan kapan mereka diberangkatkan ke Indonesia. (Dok. Kemenlu)