"Pesawat akan digunakan tim satgas penyelamatan untuk pengangkutan WNI yang ada di Yaman," demikian seperti dikutip CNN Indonesia dari laman resmi Pusat Penerangan TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim dipimpin Ketua Satuan Tugas Misi Kemanusiaan Polri Komisaris Besar Krishna Murti. Mereka merupakan gabungan dari berbagai fungsi Polri yaitu ahli forensi, tim intelijen, dokter kepolisian, dan tim khusus perlindungan perempuan dan anak.
Rencananya, tim kemanusiaan Polri akan menyisir daerah-daerah yang diduga masih digunakan WNI untuk berlindung dan membawanya ke Salalah. Para WNI akan diterbangkan menggunakan pesawan TNI kembali ke Indonesia.
Merujuk pada data Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, saat ini sebanyak 4.159 WNI masih menetap di berbagai kawasan di Yaman. Jumlah tersebut terdiri dari 2.686 mahasiswa, 1.488 pekerja, dan 45 staf KBRI.
Yaman semakin berkobar saat koalisi serangan udara di bawah komando Arab Saudi melancarkan serangan untuk memukul mundur pemberontak Syiah Houthi yang mengincar Aden, benteng terakhir pemerintahan Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi.
Saudi memulai serangan para Rabu malam (25/3) dan Hadi telah angkat kaki dari negaranya pada Kamis. Dia kini berada di Riyadh. (rdk)