CNN melansir, seorang agen perempuan menuduh Xavier Morales, seorang kepala divisi di badan itu, melakukan pelecehan seksual padanya.
“Wanita itu mengatakan pada polisi dan badan penyelidik bahwa Morales, atasannya, mengatakan padanya saat pesta di Capitol City Brewing Company (pub), bahwa ia jatuh cinta padanya dan ingin berhubungan seks dengannya,” lalu berusaha untuk menciumnya di kantor, menurut laporan dari The Washington Post.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang juru bicara Secret Service membenarkan bahwa Morales saat ini sedang mengambil cuti.
Insiden ini pertama kali mencuat pada 2 April, dan Direktur Secret Service, Joe Clancy, langsung memberikan penjelasan pada sore itu.
Clancy menyebut skandal ini “sangat mengganggu.”
“Ancaman atau kekerasan apapun yang membahayakan karyawan kami di tempat kerja tidak bisa diterima dan tidak akan ditoleransi,” kata Clancy dalam sebuah pernyataan.
Dan skandal ini, adalah yang terbaru dalam rangkain insiden yang melibatkan Secret Service dalam beberapa bulan terakhir.
Awal bulan ini, dua agen Secret Service menabrakkan mobil dinas mereka ke barikade Gedung Putih, diduga karena mabuk setelah pesta semalaman.
Januari lalu, sebuah drone misterius jatuh di Gedung Putih, yang ternyata dikemudikan oleh seorang anggota Secret Service.
September tahun lalu, Direktur Secret Service, Julia Pierson mengundurkan diri setelah seorang warga melompati pagar Gedung Putih dan berhasil memasuki salah satu ruangan di Gedung Putih.
Pada awal September, seorang kontraktor keamanan bisa masuk ke dalam lift yang sama dengan Presiden Barack Obama.
“Akan makan waktu untuk mengubah beberapa tradisi,” kata Clancy bulan lalu. (stu)