"Kerja sama dengan George Maat telah berakhir," kata Menteri Kehakiman Ard van der Steur di hadapan parlemen Belanda, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (23/4).
Steur memaparkan bahwa Matt, antropolog di Universitas Leiden, Maastricht, memberikan kuliah umum yang "benar-benar tidak pantas dan tidak sopan".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia menunjukkan foto-foto yang seharusnya tidak ditampilkan pada pertemuan publik," kata Aling.
Aling juga menyebutkan bahwa Maat diperkirakan telah memberikan pernyataan di luar kuasanya sebagai penyidik, terutama tentang penyebab kecelakaan.
Pesawat Malaysian Airlines MH17 ditembak jatuh di perbatasan Ukraina pada Juli 2014. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 298 orang tewas. Sebagian besar korban tewas merupakan warga negara Belanda, sehingga Belanda ditunjuk sebagai pemimpin investigasi ini.
Kiev dan Barat mengklaim bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh oleh separatis pro-Rusia menggunakan rudal yang dipasok oleh Rusia. Moskow membantah tuduhan tersebut, dan menyalahkan Kiev atas insiden ini.
Wakil Kepala Asosiasi Bencana MH17, Evert van Zijtveld, menyebutkan bahwa tindakan Maat yang menunjukkan foto para korban tewas merupakan tindakan yang "memalukan dan sangat mengejutkan bagi keluarga korban, dan menambah kesedihan".
Terkait hal ini, Maat mengaku tidak tahu bahwa kuliah tersebut digelar untuk publik. Maat mengira kuliah tersebut hanya terbatas untuk mahasiswa kedokteran.
"Tampaknya ada khalayak umum di sana. Saya tidak menyadari hal ini. Saya sangat menyesal telah menyakiti dan menghancurkan hati keluarga para korban," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh polisi. (ama/stu)